logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 8 April 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Bank Dunia Danai Terminal Mangkang

  • Jumlahnya Mencapai Rp 50 Miliar

SEMARANG- Sejumlah proyek pembangunan di Kota Semarang akan didanai oleh Bank Dunia melalui proyek Urban Sector Development Reform Program (USDRP). Salah satunya adalah pembangunan terminal terpadu Mangkang.

Kepala Bappeda Kota Semarang selaku local officer USDRP, M Farchan, kemarin mengatakan selain terminal Mangkang, Bank Dunia juga memberikan pinjaman untuk pembangunan jalan Pucanggading-Rowosari dan pengadaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Kota Semarang.

Besarnya pinjaman sekitar Rp 5,9 miliar untuk pembangunan jalan Pucanggading-Rowosari, pembangunan IGD Rp 5,8 miliar, dan Terminal Mangkang Rp 50 miliar. ''Ketiganya dianggarkan pada tahun pertama pelaksanaan proyek USDRP. Kecuali untuk Terminal Mangkang, dananya akan diberikan secara bertahap pada tahun pertama dan kedua,'' jelasnya.

Farchan menyatakan, tidak ada keterkaitan antara SK Menkeu yang melarang Pemkot/Pemkab berutang dengan proyek USDRP. Sebab program USDRP, kata dia, tidak hanya berupa pinjaman yang dikategorikan sebagai cost recovery saja, tetapi juga hibah dalam kategori noncost recovery dan technical assisten berupa peningkatan kualitas SDM.

Bank Dunia juga memberikan keringanan dalam pengembalian pinjaman. ''Sebanyak 40% dari pinjaman dikembalikan dalam rangka pengentasan kemiskinan, pengembangan ekonomi lokal, dan penguatan kapasitas kelembagaan,'' kata dia.

Dengan kata lain, USDRP bukan semata-mata utang piutang melainkan program reformasi tata pemerintahan kota dan kabupaten. Melalui program ini diharapkan pembangunan sarana Kota Semarang dapat dipercepat. Sebab selain mendapatkan dana, program ini juga merupakan salah satu pintu masuk untuk membuktikan Kota Semarang mampu mengelola Dana Luar Negeri dengan baik. ''Kota Semarang justru diuntungkan dengan adanya program ini,'' ujarnya.

Selain Kota Semarang, 10 kota lain dinyatakan layak mendapatkan pinjaman lunak ini. Bahkan untuk mendapatkan proyek ini, lanjut dia, Kota Semarang harus bersaing dengan 240 kota lain. Tentang bunga pinjaman, Farchan mengatakan, Pemkot sedang bernegosiasi dengan Pemerintah Pusat. ''Bunga yang ditetapkan Bank Dunia sebesar 2% dan saat ini seluruh program masih dalam tahap penilaian dan persiapan,'' ungkapnya. (nik-83)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA