
| Kamis, 8 April 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Culvert Box Bisa Akibatkan Terboyo Banjir
SEMARANG- Pemerintah Kota diminta terlebih dulu menyelesaikan pembangunan saluran Kaligawe ke Kali Sringin, sebelum memasang culvert box yang melintasi Jalan Raya Kaligawe. Pengoperasian sudetan itu tanpa adanya saluran ke Kali Sringin hanya akan membuat genangan di Terminal Terboyo dan sekitarnya makin parah. Penjelasan itu disampaikan Ketua Program Magister Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Dr Ir S Imam Wahyudi DEA, Rabu (7/4). Menurut dia, selama ini wilayah Kaligawe dan sekitarnya memang rawan banjir sebagai dampak buruknya kondisi Kali Tenggang, yang menerima kiriman air dari tiga aliran utama, yakni dari arah Genuk, Masjid Agung Jateng, dan dari arah Jalan Majapahit. Menurut perhitungan Imam Wahyudi, pada saat musim hujan debit yang masuk ke Kali Tenggang mencapai 250 meter kubik per detik. Padahal, saat ini kondisi Kali Tenggang mengalami pendangkalan serius di berbagai tempat. Selain itu, lanjut dia, muara drainase kota itu juga bertemu dengan muara Banjirkanal Timur. Ujung utara kanal pengendali banjir tersebut, ketika pembangunan pelabuhan Tanjung Emas memang dibelokkan. Long Storage Akibat pertemuan muara sungai tersebut, jika terjadi hujan deras di hulu Banjirkanal Timur dan Kali Penggaron akan memengaruhi Kali Tenggang. Pada saat seperti itu air Kali Tenggang tidak bisa mengalir ke laut. Apabila pada saat bersamaan turun hujan pada DAS Tenggang dan rob, Kali Tenggang pun meluap. Dia mengingatkan, pembuatan sudetan saluran Kaligawe ke Kali Sringin memang bisa membantu mengurangi beban Kali Tenggang dan Kali Sringin masih mampu menerima debit dari saluran Kaligawe sekitar 100 meter kubik. ''Namun, hal itu bukan berarti seluruh masalah Kali Tenggang bisa dipindahkan begitu saja ke Kali Sringin,'' katanya. Karena itu, selain pembangunan saluran ke Kali Sringin, Pemkot harus segera mengupayakan normalisasi Kali Tenggang. Dia juga mengusulkan agar muara Kali Tenggang dipisah dari Banjirkanal Timur. Rencana awal Pemkot untuk membuat long storeage Kali Tenggang, menurut dia, bisa dilaksanakan. Pada bagian muara sungai itu, kemudian dipasang bendung gerak. Pada saat rob, pintu air tersebut bisa menutup otomatis dan air dari long storeage dipompa ke laut. ''Pompa digunakan hanya pada saat pengaliran air dengan mengandalkan elevasi tidak bisa dilakukan,'' jelasnya.
Sementara itu, Pimpro Pembangunan Saluran Kaligawe - Sringin Ir Fauzi MT mengemukakan, berbagai pihak tidak perlu khawatir terhadap pembangunan saluran Kaligawe - Sringin. Idealnya, pembangunan saluran memang dimulai dari bagian hilir ke arah hulu, yaitu dari Kali Sringin ke Kaligawe. ''Namun, cara semacam itu tidak harus dilakukan, karena pembangunannya bisa dilakukan secara serempak di bagian hilir, tengah, dan hulu,'' tuturnya. (G6-63k) |