logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 8 April 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Korban Keracunan Bebas Bea Perawatan

KENDAL - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal akan membebaskan biaya perawatan bagi 15 warga Dukuh Truko, Desa Getas, Kecamatan Limbangan yang diduga keracunan makanan. Pertimbangan itu diambil karena sejumlah korban mengalami musibah itu setelah mengikuti kegiatan pemilu di kampungnya, Senin lalu (5/4) pukul 19.30.

"Namun untuk penilaian berkait dengan pembebasan biaya perawatan itu bergantung pada situasi dan kondisi di lapangan. Pertimbangan ini dapat diberikan kepada para korban yang kebetulan dari keluarga tergolong tidak mampu, juga berlaku bagi korban yang saat itu sedang melaksanakan tugas pemilu. Misalnya, anggota Linmas dan PPS," kata Kepala DKK Kendal dr Kadar Suyanto MM, kemarin.

Dia menandaskan, secara pasti pihaknya akan memberikan dua pilihan kemungkinan kebijakan terhadap para korban, yaitu membebaskan biaya perawatan dan memberikan keringanan biaya perawatan. "Dalam hal ini DKK memiliki kewenangan memberikan dua kebijakan tersebut. Untuk perawatan gratis akan diambikan dari dana PKPS-BBM."

Seperti diberitakan (SM, 7/4) warga Dukuh Truko, Desa Getas diduga keracunan makanan seusai mengikuti pelaksanaan pemilu. Mereka terdiri atas empat keluarga. Semua korban keracunan dirawat intensif di Puskesmas Boja. Beberapa korban dari keluarga kurang mampu mengaku bingung tentang biaya perawatan selama di puskesmas. Mereka berharap pemerintah membebaskan biaya tersebut.

Seluruh Korban Sembuh

Setelah dirawat sekitar sehari, kondisi kesehatan mereka cenderung membaik. Kemarin (7/4) sekitar pukul 11.00, semua korban sudah diizinkan pulang dan menjalani pengobatan rawat jalan. "Untuk mengetahui penyebab musibah yang menimpa 15 warga Dukuh Truko itu kami masih menunggu hasil penelitian faeces dan contoh makanan yang dikonsumsi korban. Apakah mereka keracunan atau karena sebab lain, kami belum dapat memastikan," ujar Kadar.

Hasil penelitian masih diteliti Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang. "Diperkirakan sekitar seminggu lagi hasil penelitian itu baru diketahui. Saat ini yang paling penting adalah musibah yang diduga disebabkan oleh keracunan itu sudah dapat teratasi tuntas dan tidak ada korban jiwa. Puskesmas mampu bekerja baik tanpa memberikan rujukan pasien ke rumah sakit." (G15-83n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA