logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 8 April 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Jalan Lingkar Demak Akan Menjadi 14 Meter

  • Bina Marga Anggarkan Rp 26 MIliar

SEMARANG- Jalan lingkar Demak akan dibuat empat lajur. Tiap jalur dilebarkan menjadi tujuh meter, sehingga nanti jalan yang dibuat tahun 2000 itu memiliki lebar keseluruhan 14 meter.

Biaya pelebaran jalan lingkar Demak dengan panjang sekitar 15 km dan dibangun sebagai alternatif pemecahan kemacetan lalu lintas Semarang-Kudus bila melalui pusat kota Demak itu, telah dianggarkan Rp 26 miliar.

"Sesuai dengan jadwal, proses lelang bagi kontraktor jasa konstruksi sudah bisa dilaksanakan sekitar Juli atau paling lambat Oktober tahun ini, sehingga proyek sudah bisa dilaksanakan sekitar April 2005," kata Pimpinan Proyek Ir Bambang Suryono MSc dari Bina Marga Jateng, Rabu (7/4).

Menurut Bambang, penambahan lajur didasarkan pada tingginya arus lalu lintas yang melalui jalan tersebut. Sebab, jalur alternatif yang menghubungkan Semarang-Kudus tanpa melalui kota Demak itu termasuk padat lalu lintas kendaraan.

Adapun dana konstruksi yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek pelebaran jalan lingkar Demak Rp 26 miliar, diambilkan dari dana APBN dan pinjaman luar negeri. "Pinjaman luar negeri berasal dari Bank Dunia dan mereka telah melakukan survei kelayakan terhadap proyek jalan lingkar Demak beberapa waktu lalu. Komposisi bantuan dari dana Bank Dunia 70% atau sekitar Rp 18,2 miliar," jelas Bambang.

Pembebasan Tanah

Proyek pelebaran jalur lingkar Demak tersebut, menurut dia, merupakan salah satu proyek yang kepastian pelaksanaannya sudah mencapai 100%. Sebab, proses pembebasan tanah yang dilakukan Pemkab Demak sudah dilakukan beberapa waktu lalu. "Dengan demikian, pembebasan tanah sebagai syarat proyek telah dipenuhi dan pihak Bank Dunia sebagai pemberi pinjaman telah menyetujuinya."

Bambang mengungkapkan, waktu pelaksanaan proyek pelebaran tersebut diperkirakan tidak lebih dari satu tahun. Pelaksana jasa konstruksi hanya melakukan penimbunan jalan yang sudah ada saat ini dan membangun fondasi yang kukuh, selanjutnya mengaspal jalan.

Dia menambahkan, dalam proyek tersebut kontraktor juga tidak akan membuat jembatan dan gorong-gorong pada lintasan jalan lingkar. Sebab, jembatan dan gorong-gorong yang sudah ada saat ini sejak awal pembangunan jalan kali pertama, sudah dibuat untuk empat lajur.

Bambang berharap situasi politik yang terjadi pascapemilu, terutama sekitar Juli hingga Oktober saat pemilihan presiden, tidak memengaruhi kebijakan pelaksanaan proyek jalan lingkar Demak, sehingga dapat tepat waktu. (H2-83k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA