
| Kamis, 8 April 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Air PDAM Dicuri Perusahaan Air Minum Kemasan
SEMARANG- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Semarang menemukan indikasi adanya pencurian air yang dilakukan sejumlah perusahaan air minum dalam kemasan di tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Semarang Tengah, dan Semarang Utara. Di tiga kecamatan itu terdapat 10 perusahaan swasta yang terindikasi mencuri air. Dua di antaranya telah terbukti mencuri air produksi PDAM hingga mencapai ribuan meter kubik. Demikian dikemukakan Direktur PDAM Ir R Agus Sutiyoso MSi, kemarin. Akibat kebocoran itu pihaknya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Terhadap perusahaan yang terbukti langsung diminta mengganti kerugian tersebut. ''Ada dua perusahaan yang sudah kami teliti dan terbukti mencuri air PDAM. Kerugian atas kejahatan itu sudah kami hitung dan mereka menyatakan sanggup untuk segera melunasi. Kejadian ini juga sudah kami sampaikan ke Pak Wali,'' ungkapnya. Kendati demikian, lanjut dia, ada beberapa perusahaan yang ketika didatangi petugas PDAM, karyawannya mengatakan pemilik perusahaan tidak ada di kantor. Ada pula pemilik perusahaan yang mengelak melakukan pencurian. ''Meski mereka berdalih, kami tetap melakukan penelitian. Kalau nanti terbukti dan mereka masih mengelak, kami tempuh proses hukum,'' tandasnya. Selama ini PDAM selalu memantau debit air yang dialirkan ke masyarakat dan kemudian disinkronkan dengan bukti pemakain air oleh pelanggan dengan melihat meteran yang menunjukkan jumlah air terpakai. Jika terbukti ada selisih jumlah pemakaian, dicari letak ketidaksesuaian itu. Dengan cara tersebut setiap kebocoran dapat segara terdeteksi. Laporan Masyarakat Agus memaparkan, sebagian besar pengungkapan pencurian air diketahui setelah ada laporan dari masyarakat. Mereka menyampaikan ada beberapa perusahaan air minum dalam kemasan yang tidak bermerek mengambil air PDAM dengan cara mencuri, yakni membuat saluran air di luar meteran. Perusahaan tidak bermerek itu seperti perusahaan yang menjual air minum galon, ada juga air minum dalam kemasan tetapi mereknya belum banyak dikenal masyarakat. ''Kami baru mengetahui akhir Maret kemarin dan langsung melakuakan peninjauan lokasi,'' ujarnya. Dari laporan masyarakat itu diketahui ada 10 titik indikasi kebocoran yang terletak di tiga kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Semarang Barat ada 3 titik, Semarang Tengah 3 titik, dan Semarang Utara 4 titik. (H1,G17-84k) |