
| Rabu, 7 April 2004 | Ekonomi |
Untuk Tekan InflasiUang Beredar Akan DikurangiJAKARTA- Sejak masa kampanye hingga usai pelaksanaan pemilu telah melambungkan harga barang dan jasa. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi hingga 1,1% di 45 kota selama Maret lalu. Namun terhadap kenyataan itu pemerintah tetap optimistis bisa menekan inflasi dengan cara menyerap kembali uang yang beredar di masyarakat. "Jadi hal ini tidak perlu dikhawatirkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dorodjatun Kuntjara Jakti, saat mengunjungi gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu kemarin. Pemerintah, tegas Dorodjatun, optimistis banyaknya uang beredar saat Pemilu, bisa kembali terserap oleh perbankan. Jumlah uang beredar sampai 2003 tercatat Rp 800 triliun dan Rp 150 triliun di antaranya mengendap dalam bentuk SBI. Pada 2004 ini, jumlah uang beredar akan meningkat, apalagi pada saat kampanye pemilu. Pemerintah terus mengupayakan perbaikan kondisi ekonomi. Termasuk mengendalikan inflasi saat memasuki pemilu pada tahap berikutnya. "Pelaksanaan kampanye legislatif membawa pengaruh positif iklim investasi di Indonesia, karena berjalan baik, nyaris tanpa kekerasan. Investor asing saya kira sudah mulai beranjak sedikit dari sikap wait and see,"jelasnya. Masih kata Dorodjatun, investor luar negeri sudah ada yang mengkonfirmasi minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia. Oleh karena itu, Presiden ingin mendengar dan menyaksikan langsung iklim bursa efek, kurs, perbankan dan sebagainya. Tidak Saling Rancu Sementara itu, dalam pidatonya Presiden Megawati mengatakan Pemilu tahap pertama yang berlangsung aman membawa pengaruh positif pada perekonomian. Pelaksanaan pemilu ini, lanjut Presiden juga merupakan proses dijalankannya demokratisasi dan reformasi. Di mana soal politik dan ekonomi tidak saling rancu seperti masa lalu. "Untuk itu, perlu adanya kerja sama lebih baik dengan pelaku ekonomi sehingga bisa memperkuat kondisi ekonomi di dalam dan luar negeri," tuturnya. Di tempat sama, Direktur BEJ, Erry Firmansyah mengatakan kehadiran Presiden membawa pengaruh positif terhadap pelaku pasar. Sebab, BEJ ikut mendorong suksesnya pemilu tahap pertama ini. Dia sendiri membantah kunjungan ini merupakan intervensi bagi pelaku pasar. Alasannya, pelaku pasar saat ini sudah dewasa. (bn-82) |