
| Rabu, 7 April 2004 | Ekonomi |
BTN Terbitkan Obligasi Rp 3,1 TriliunJAKARTA- Optimisme kredit perumahan yang akan terus melambung membuat Bank Tabungan Negara(BTN) untuk kali ke-10 menerbitkan obligasi. Surat utang itu kali ini dibagi dua, yakni Obligasi X Rp 750 miliar dan obligasi subordinasi Rp 250 miliar, sehingga total Rp 1 triliun. Adapun penjamin pelaksana emisi ada tiga sekuritas, yaitu Danareksa, AAA, dan Trimegah. "Penerbitan obligasi ini merupakan tindak lanjut dari business plan BTN 2004," jelas Dirut BTN Kodradi kepada pers di Jakarta, Rabu (7/4). Obligasi itu berbunga tetap, yakni 12%-12,5%, sedangkan obligasi subordinasi bunganya 12,5%-13,25%. Kodradi mengemukakan, bunga obligasi yang ditawarkan sangat menarik. Ketika SBI dan bunga bank cenderung turun, BTN justru menawarkan bunga yang cenderung naik. Bahkan untuk ulang tahun obligasi ke-6 akan ada bonus khusus 10%. "Ini kemauan pasar. Realitasnya, bunga turun namun pasar (obligasi) tidak bisa begitu." Sumber Dana BTN sebelumnya telah menerbitkan obligasi sembilan kali dengan total Rp 2,1 triliun. Dengan obligasi yang ke-10 dan obligasi subordinasi, total obligasi BTN Rp 3,1 triliun. Semua obligasi yang diterbitklan BTN saat ditawarkan mengalami oversubscribed (kelebihan permintaan). Obligasi yang terbaru ini pun diperkirakan mengalami hal yang sama. Hasil penjualan obligasi ke-10, ujar Kodradi, akan digunakan sebagai sumber dana untuk membiayai bisnis kredit. Sementara itu, obligasi subordinasi digunakan sebagai komponen modal di samping sebagai sumber dana pembiayaan bisnis perumahan. "Permintaan rumah setiap tahun terus meningkat. Sementara itu, kemampuan pemerintah terbatas untuk mendukung pembiayaan. Karena itu, peran serta perbankan sangat diharapkan dalam pemenuhan rumah ini," papar Kodradi. Kinerja BTN dalam tiga tahun terakhir relatif mengesankan. Tahun lalu BTN meraih laba bersih Rp 124 miliar. Sementara itu kredit yang disalurkan, pada 1976-2003 adalah Rp 31,359 triliun yang dimanfaatkan 2.124.082 debitor. Dari jumlah kredit yang disalurkan tersebut, KPR bersubsidi yang menjadi program pemerintah pada periode yang sama telah tersalurkan Rp 11.634 miliar kepada 1,6 juta debitor.(wa-82j) |