
| Kamis, 8 April 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
KPU Kecewa Kinerja Konsorsium Data EntriPURWOKERTO - KPU Banyumas merasa kecewa terhadap kinerja konsorsium data entri penghitungan suara yang bertugas di tiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Selain bekerja lambat, sejumlah petugas sering salah memasukkan data sehingga harus diulang dengan melihat data dari TPS. Kekecewaan itu muncul setelah para anggota KPU terjun langsung memantau ke tiap PPK untuk mengecek proses data entri yang dilakukan konsorsium. Sejak Senin (5/4) malam, semua anggota KPU turun ke PPK sesuai dengan daerah pemilihan (DP) binaannya. Bahkan, Ismiyanto Heru Permana SH, Ketua KPU Banyumas, selama dua hari terakhir berkeliling ke seluruh PPK yang ada di Kabupaten Banyumas. Heru mengatakan, KPU kecewa terhadap kinerja konsorsium karena selain kerjanya lambat dan kadang-kadang keliru memasukkan data, para petugas konsorsium juga sangat pelit jika dimintai data oleh PPK ataupun KPU Banyumas. ''Sejak awal kami menyampaikan permintaan untuk memenuhi keinginan masyarakat yang setiap hari datang menanyakan perolehan suara, KPU Banyumas akan meminta data perolehan suara yang sudah diolah. Namun kami sulit mendapatkannya, hanya ada beberapa petugas konsorsium di sejumlah PPK yang bersedia memenuhinya,'' jelasnya. Dia mengaku heran terhadap petugas konsorsium dalam mengentri data yang sumbernya juga dari TPS, PPS, dan PPK. Namun ketika meminta mengakses data agar bisa diumumkan kepada masyarakat, KPU dan PPK mengalami kesulitan. Padahal hasil pengecekan ke PPK yang dilakukan di DP Banyumas V oleh Budi Santosa, anggota KPU Divisi Pendidikan dan Informasi, ada petugas konsorsium yang kadang keliru memasukkan data. Akibatnya, pengolahan data diulang kembali dengan melihat data dari TPS. Kurang Bagus Indra Purnomo, anggota KPU Banyumas Divisi Pemungutan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu menuturkan, kemampuan sumber daya manusia dari konsorsium data entri penghitungan suara di PPK ada yang kurang bagus. ''Sebagai petugas data entri, mengisi tinta yang habis saja ada yang tidak bisa. Ini kan sangat ironis dan bisa menghambat proses penghitungan suara,'' jelasnya. Dengan berbagai hambatan yang ditemukan pada kinerja tenaga konsorsium itu Ketua KPU Banyumas menandaskan kepada setiap PPK untuk mengecek ulang data entri yang sudah diproses oleh petugas konsorsium dengan data manual sebelum dikirim ke KPU Pusat. ''Meski sudah diolah dengan komputer, sebelum dikirim ke KPU Pusat melalui jaringan internet, Ketua PPK sudah diminta untuk mengecek kembali dengan data manual yang ada agar tidak terjadi kesalahan,'' jelas Heru. Sementara itu dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat untuk melihat perkembangan perolehan suara sementara di Kabupaten Banyumas, KPU setempat dengan berbagai terobosan secara periodik menempelkan hasil perolehan suara sementara yang diperoleh dari PPK secara manual. ''Data yang dikirim dari PPK secara manual itu dikumpulkan di KPU Banyumas untuk dijumlah. Memang, perolehan suara baru sebatas jumlah perolehan total tiap partainya, belum terperinci per daerah pemilihan ataupun per caleg,'' imbuhnya. Anggota masyarakat itu dari pagi hingga tengah malam datang ke KPU Banyumas untuk mengecek perolehan suara sementara Pemilu 2004 di Banyumas. Hasil perolehan suara sementara itu oleh KPU Banyumas ditempelkan di papan pengumuman. Mereka yang datang, baik pengurus, simpatisan, kader partai, maupun masyarakat biasa, meski tidak puas sekali tapi cukup senang karena bisa melihat perolehan sementara secara global dari tiap-tiap partai. Namun mereka sebenanya berharap pengumumam perolehan suara sementara itu sudah bisa dilihat per DP dan calegnya sekaligus. (G23-81n) |