logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 8 April 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

BKK SMKN 2 Cilacap

Belum Lulus, Sudah Diterima Kerja

CILACAP - Sebanyak 310 siswa kelas III Bidang Keahlian Teknik Mesin dan Listrik dari SMK negeri dan SMK swasta di Kabupaten Cilacap mengikuti seleksi calon karyawan yang diselenggarakan perusahaan shock absorber PT Showa Indonesia MFG Industri.

Seleksi yang berlangsung di aula SMK Negeri 2 Jl Budi Utomo 8, Cilacap itu dilaksanakan secara ketat. Setiap siswa harus mengikuti ujin tertulis sesuai dengan bidang keahliannya, tes fisik, sikap mental, dan penampilan.

Selain itu, setiap peserta juga harus memenuhi persyaratan bebas narkoba, tidak bertato, dan tidak ada lubang tindik di telinganya. Seleksi berlangsung selama dua hari dan baru berakhir Rabu petang (31/3).

Selain diikuti 310 siswa kelas III, proses seleksi calon karyawan PT Showa Indonesia MG Industri juga diikuti 28 alumni SMK Negeri 2 Cilacap. Dari peserta sebanyak itu yang dinyatakan lolos seleksi 106 anak.

''Mereka sekarang hanya tinggal mengikuti medical test. Dalam usianya yang masih muda, saya kira mereka akan lolos medical test semua,'' kata Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri 2 Cilacap, Sudirman SPd, kepada Suara Merdeka, Kamis (1/4) kemarin.

Lima Perusahaan

Sudirman mengatakan, sejak awal tahun sampai akhir Maret 2004 sudah ada lima perusahaan yang mengadakan seleksi calon karyawan bekerja sama dengan BKK SMK Negeri 2. Yaitu, PT Paraso, PT Astra Motor, PT Berjaya Bintang Samudera, PT Kinoria Gayu Mukti, dan PT Showa Indonesia MFG Industri.

Jumlah siswa yang telah berhasil direkrut sebagai karyawan di perusahaan tersebut sebanyak 414 anak yang terdiri atas 243 siswa kelas III yang belum lulus dan 171 alumni.

''Lima orang yang lulus seleksi yang diadakan oleh PT Berjaya Bintang Samudera akan dipekerjakan di Jepang. Mereka seluruhnya berasa dari Program Keahlian Nautika Perikanan Laut,'' katanya.

BKK SMK Negeri 2 Cilacap, lanjut Sudirman, mulai melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal penyaluran lulusan SMK sejak 2001. Sampai saat ini jumlah lulusan SMK, baik negeri maupun swasta, yang telah berhasil ditempatkan di sejumlah industri di Jakarta 1.913 orang. Dari jumlah itu, 782 di antaranya dari SMK Negeri 2 Cilacap.

Kepala SMK Negeri 2 Drs H Kisyamto MM mengatakan, kerja sama dengan pihak ketiga itu dilakukan sebagai wujud kontribusi sekolah terhadap Cilacap, khususnya dalam hal menyalurkan tenaga kerja.

Dia juga mengatakan, para pelaku industri sengaja melakukan perekrutan sejak siswa masih duduk di kelas III. Tujuannya agar setelah lulus mereka tidak bekerja di tempat lain. Alumni yang sudah bekerja lebih dulu ternyata mampu menunjukkan etos kerja yang tinggi dan mau bekerja lembur.

Berhubung mereka mau bekerja lembur maka setiap bulan gaji yang diterima pun dapat mencapai Rp 1,8 juta. Padahal, usia mereka masih sangat muda karena baru lulus SMK. (ag-81n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA