
| Kamis, 8 April 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Banyak Bangunan Liar Sepanjang Selokan MataramYOGYAKARTA - Tanah negara di sepanjang Selokan Mataram banyak diserobot orang-orang tak bertanggung jawab. Lahan yang mestinya dipergunakan untuk pengamanan selokan, justru digunakan untuk mendirikan bangunan-bangunan liar permanen di sepanjang selokan tersebut. Bangunan liar itu, kata Kasubdin Pengairan Ir Djoko Sasongko, jelas mengganggu aliran dan serapan air selokan. Hal itu secara tidak langsung mengganggu pengairan persawahan di jalur timur dan selatan, seperti di daerah Prambanan, Klaten, dan Bantul. "Karena itu, kami akan segera menginventarisasi bangunan di sepanjang Selokan Mataram," kata Kasubdin Pengairan DIY Ir Djoko Sasongko kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin. Hal ini dilakukan karena di sepanjang selokan tersebut sekarang banyak berdiri kios dan bangunan permanen. Misalnya, bangunan di daerah IKIP Karangmalang, Seturan, Gejayan, dan lain-lain. Bangunan-bangunan itu jelas mengganggu alur selokan Mataram. Selain itu, di lokasi tersebut juga akan segera ditata diselaraskan dengan sarana jalan raya. Karena itu, dia menyarankan agar pihak-pihak yang mempunyai bangunan di sepanjang selokan untuk segera membongkarnya. "Setelah kami amati, ternyata banyak tanah negara di sepanjang Selokan Mataram menjadi tempat pendirian bangunan permanen," ujarnya. (sgt-14e) |