
| Kamis, 8 April 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Hendak Tawuran, Diteriaki Perampok
PATI-Saat para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sibuk menghitung perolehan suara, sekelompok pemuda, warga Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Pati, Senin malam lalu (5/4) pukul 20.00, menggeruduk Dukuh Pengilon, Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi. Mereka mengendarai sepeda motor dan di antara mereka ada yang membawa senjata tajam terhunus. Diduga malam itu mereka akan tawuran. Padahal, pangkal penyebabnya sepele, yakni seorang pemuda Sokopuluhan ditegur salah seorang pemuda Pengilon. Teguran itu dilakukan karena pemuda Sokopuluhan sudah tahu bahwa seorang gadis di dukuh tersebut sebenarnya sudah dijodohkan dengan pemuda setempat. Namun pemuda Sokopuluhan itu masih sering datang di rumah gadis itu. Ternyata dia tidak bisa menerima teguran tersebut. Dengan membawa kelompoknya, pemuda itu mendatangi Dukuh Pengilon untuk mencari pemuda yang pernah menegurnya. Karena tak menemukan yang mereka cari, kelompok itu menyerang beberapa pemuda dukuh itu. Menyelamatkan Diri Menyadari bahaya mengancam, para pemuda setempat lari menyelamatkan diri. Satu di antara mereka langsung menuju ke masjid, menghidupkan pengeras suara sambil berteriak ada rampok, sehingga warga yang mendengar teriakan itu langsung keluar rumah dengan membawa pentungan dan senjata lain. Dalam sekejap suasana menjadi gempar. Upaya mencari perampok pun dilakukan. Namun pemuda bersepada motor yang berjumlah 30 orang keburu pergi menyelamatkan diri. Kasatreskrim Polres Pati Ajun Komisaris Polisi (AKP) IK Sumardika SH, kemarin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dalam upaya melarikan diri menggunakan sepeda motor itulah, ada yang bersenggolan sehingga terjatuh bersama-sama. Untuk bisa menyelamatkan diri dari kejaran massa, mereka memilih meninggalkan sepeda motor yaitu Yamaha RX King dan satunya lagi Honda Supra. Akibatnya, dua sepeda motor tersebut menjadi sasaran dan dirusak massa Pengilon.(ad-14c) |