
| Kamis, 8 April 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Delapan SD Akan Dilikuidiasi
BLORA - Dinas Pendidikan Nasional Blora merencanakan akan menghapus atau menggabung delapan sekolah dasar (SD) yang memiliki murid sedikit dan beberapa sekolah yang sudah tak memiliki siswa.
''Memang kami merencanakan menggabung beberapa SD. Hal itu antara lain karena minimnya jumlah murid,'' ungkap Kepala Dinas Pendidikan Nasional H Basuki Sudjono SH, kemarin. Data dari Kantor Diknas menyebutkan, kedelapan SD yang direncanakan digabung itu tersebar di lima kecamatan. Yakni, di Kecamatan Todanan 1 sekolah, di Kecamatan Blora 2 sekolah (SDN 3 Kauman), di Cepu 2 sekolah, di Randublatung 2 sekolah, dan di Kunduran 1 SD. Basuki menyebutkan, pihaknya sudah melaporkan rencana tersebut kepada Bupati, termasuk soal sudah tidak berfungsinya sekolah tersebut. Hasilnya, tim Pemkab akan meninjau kedelapan SD tersebut sebelum benar-benar dihapus atau digabung dengan SD lain. ''Kami sudah melakukan rapat untuk membicarakan permasalahan ini. Dalam waktu dekat kami akan meninjau ke lokasi SD tersebut,'' jelasnya. Mengenai penempatan guru SD yang terlikuidasi, lanjut Basuki, tidak ada permasalahan. Sebab, pada saat ini Blora masih kekurangan guru SD, sehingga jika ada SD digabung praktis akan menutup kekurangan guru.
Sementara itu, Kabag Humas Slamet Pamudji SH mengemukakan, dalam lima tahun terakhir jumlah sisiwa SD di Blora memang menurun. Karena itu, Pemkab akan memantau terus perkembangan jumlah siswa di beberapa SD tersebut. Hasil pemantauan itu, ucap Slamet, akan menjadi acuan Pemkab dalam mengatur formasi sekaligus penempatan guru. Dia menyebutkan, ada kalanya terjadi penumpukan guru di sekolah yang sedikit muridnya, sedangkan sekolah lain membutuhkan lebih banyak guru. Karena itu, dengan pemantauan kontinu diharapkan nanti bisa meratakan penyebaran guru di beberapa sekolah. (ud-34e) |