logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Sala  
Line

Diduga Berkait Daftar Politikus Tercela

Aktivis LSM Mengaku Diteror

KOTA- Beberapa aktivis LSM dan ormas yang tergabung dalam Gerakan Anti-Politisi Tercela mengaku menerima telepon dan short message service (SMS) dari orang tak dikenal, yang isinya mengarah pada tindakan teror.

"Kami menerima sejumlah telepon dan SMS yang belum diketahui pengirimnya. Tindakan itu belum menyampaikan ancaman secara eksplisit, tetapi nadanya sudah mengarah pada semacam teror atau intimidasi," ujar Direktur LSM Social and Analysis Research (Sari) Abidin, kemarin.

Apakah itu berkaitan dengan pengumuman "dosa" anggota DPRD yang mereka ungkap ke publik beberapa waktu lalu, dia menyatakan belum bisa menarik kesimpulan. Meski demikian, dia menduga tindakan tersebut tidak jauh dari pengumuman daftar politikus itu.

Dia mengungkapkan, pagi hingga siang kemarin sekretariat bersama mereka menerima beberapa telepon dari seseorang tak dikenal yang mencari Muhammad Amin. Penelepon yang tidak mau menyebutkan identitasnya itu berkali-kali menghubungi sekretariat untuk bertemu anggota LSM Jari tersebut. Lantaran yang dicari tak ada, si penelepon menutup telepon begitu saja.

Menurutnya, tindakan teror juga dilakukan lewat SMS yang dikirimkan kepada salah seorang anggota LSM lain, Rohadi. Pesannya yakni "Hati-hati, Bung".

Namun Rohadi yang dihubungi secara terpisah, membantah dirinya menerima SMS itu. "Kalau dari penuturan beberapa teman, memang benar ada penelepon gelap yang mencari Amin. Namun saya belum menerima teror atau intimidasi lewat SMS," kata dia.

Kamis (2/4) lalu, Amin dan Rohadi menjadi juru bicara jumpa pers pembeberan daftar politisi tercela di sekretariat LSM Sari. Karena itu, mereka menduga teror tersebut muncul setelah nama-nama politikus dimuat dalam beberapa media massa seusai jumpa pers.

Mendiskusikan

Meski demikian, Abidin mengaku belum menerima ancaman atau teror sebagaimana yang dialami dua rekan yang menjadi juru bicara koferensi pers tersebut.

"Kami masih akan mendiskusikan lebih lanjut apakah itu benar teror atau tidak," kata dia.

Jika benar teror yang dimaksudkan untuk menyurutkan aksi mereka memerangi politisi tercela, gabungan LSM dan ormas tersebut bertekad tidak akan mundur. Menurut Abidin, itu akan jadi semacam legitimasi. Sebab politisi yang masuk kategori tercela itu berusaha mempertahankan diri dengan berbagai upaya, bahkan yang melanggar hukum. Hal tersebut bakal semakin mengukuhkan kepada khalayak bahwa mereka pantas dikategorikan politisi tercela.

Akankah mereka meminta perlindungan pada pihak berwajib? Abidin mengatakan, hal itu akan dirumuskan dalam rapat koordinasi antar-LSM dan ormas yang tergabung dalam Gerakan Anti-Politisi Tercela.(G18-86s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA