
| Senin, 5 April 2004 | Sala |
Serangan Fajar Sudah DimulaiSUKOHARJO- Indikasi adanya bagi-bagi uang dalam serangan fajar sebelum hari H pencoblosan (Senin ini-Red), tampaknya tak bisa dihindari. Kemarin Sekretaris DPD PAN Sukoharjo Drs Mohammad Yamin mengaku mendapatkan laporan adanya serangan fajar yang dilakukan salah satu partai besar peserta pemilu di Desa Telukan, Kecamatan Grogol. Menurut laporan kader PAN tersebut, beberapa kader partai itu blusukan ke rumah-rumah warga setempat. Mereka meminta warga untuk mencoblos partai tersebut dengan janji imbalan Rp 10.000 hingga Rp 25.000 tiap orang. Sebagai jaminan atas dukungan tersebut, warga juga diminta mengumpulkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP). ''Kami mengakui adanya laporan serangan fajar tersebut dari kader dan warga. Namun kami belum bisa menangkap basah mereka. Untuk mengetahui kebenaran laporan serangan fajar itu, kami telah menerjunkan 'agen khusus' untuk memantaunya,'' kata dia ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, kemarin. Agen Khusus ''Selain memantau, kami juga meminta warga dan agen khusus untuk melaporkannya pada KPU dan Panwas Pemilu. Sebab hal itu merupakan bentuk pelanggaran pemilu,'' ujarnya. Sementara itu, Ketua Panwas Sukoharjo Drs Toni Harsan mengaku belum menerima laporan serangan fajar tersebut. Kalau sudah ada laporan, kata dia, pasti Panwas akan menerjunkam tim ke sana. ''Kami belum menerima laporan dugaan serangan fajar yang terjadi di Kecamatan Grogol. Karena itu kami berterima kasih atas informasinya,'' tandasnya. ''Selain dari Kecamatan Grogol, sebenarnya dugaan politik uang sebelum pencoblosan juga terjadi di Kecamatan Bendosari. Namun hingga kini kami masih menunggu laporan,'' ucapnya.(G10-14s) |