logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Sala  
Line

PPS Cetak Sendiri Formulir C2

KARANGANYAR- Senin ini, menurut rencana pemilu secara serentak dimulai. Meski demikian, logistik pemilu yang terkirim ke tiap-tiap Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Karanganyar belum lengkap. PPS di seluruh kabupaten terpaksa harus mencetak sendiri formulir C2 untuk menghitung hasil pemilihan anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten, dan DPD.

Sebab hingga kemarin KPU Karanganyar belum mendapatkan formulir C2 yang seharusnya pencetakannya menjadi tanggung jawab KPU provinsi. Bahkan dikabarkan KPU provinsi tidak sanggup mencetak formulir yang hanya sebesar kertas folio itu.

''Hingga sekarang kami belum menerima formulir C2 dari provinsi. Agar jalannya pemilu tidak terganggu, KPU meminta pada PPS untuk mencetak sendiri formulir itu dengan cara memfotokopinya. Tiap-tiap PPS sudah saya beri master formulirnya,'' kata Ketua KPU Kabupaten Drs Sutopo seusai meninjau beberapa TPS di berbagai tempat, kemarin.

Peninjauan yang dilakukan lima anggota KPU di daerah pemilihan yang menjadi tanggung jawabnya itu sebagai pengecekan terakhir terhadap persiapan pemilu.

Sutopo optimistis pemilu di Karanganyar bisa dilaksanakan tepat waktu sehingga dimungkinkan tidak ada pemilihan susulan. ''Berdasarkan laporan yang sudah masuk, kartu pemilih sudah dibagikan pada yang berhak, beserta undangannya,'' papar Sutopo.

Ia berpesan agar masalah-masalah kecil dan sederhana tidak dibesarkan dan terlalu dipersoalkan. Yang penting, beberapa logistik yang sangat penting dan mendasar sudah terdistribusi. Karena itu pemilihan tahap awal yang memilih anggota legislatif dan DPD dapat berjalan semestinya. ''Yang penting pemilu sukses.''

Serangan Fajar

Di tempat terpisah, Panwas Pemilu Karanganyar juga meminta masyarakat untuk mewaspadai serangan fajar yang dilakukan para calon anggota legislatif (caleg). Baik yang secara langsung maupun sistematik. Selain itu agar terpilih , beberapa caleg tidak tertutup kemungkinan akan melakukan intimidasi.

''Serangan fajar itu tidak bisa dihindarkan. Wong pada saat kampanye saja mereka membagi-bagikan uang kok. Aksi bagi-bagi uang itu mungkin tidak hanya saat fajar atau malam hari, tapi bisa pula pada saat pencoblosan berlangsung,'' ujar anggota Panwas Kustawa.(G8-14i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA