logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Sala  
Line

Siagakan 4.977 Personel

MULAI Minggu pagi kemarin, aparat keamanan dari unsur Polri dan linmas (hansip) di wilayah Surakarta, disiagakan di lokasi-lokasi tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2004. Bagaimana kesiapan para petugas menjelang hari H pencoblosan? Berikut petikan wawancara dengan Kapolwil Kombes Drs Hasyim Irianto SH.

Seberapa jauh kesiapan polisi menghadapi pemilu 5 April?

Kita tentu all out. Bahkan mulai Minggu pagi ini atau sehari sebelumnya, kami sudah menerjunkan personel Polri di setiap lokasi TPS. Kami siagakan 4.977 personel, namun hanya 2.981 orang yang akan berjaga langsung di TPS. Mereka meng-cover 16.000-an TPS yang tersebar di wilayah Surakarta. Langkah sterilisasi itu kami lakukan agar warga merasa aman saat melakukan pencoblosan.

Apa Anda melihat ada kendala dalam persiapan itu?

Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Hanya ada "riak-riak kecil" yang terjadi selama masa kampanye. Namun benturan-benturan yang terjadi antaranggota parpol itu sudah dapat terselesaikan lewat rembuk parpol. Medianya ada, sehingga persoalan dapat segera dicairkan.

Apakah yang dimaksud itu adalah persoalan bentrokan massa parpol PDI-P dan Golkar di Wonogiri?

Kami berharap kejadian itu tidak memengaruhi kondisi keamanan selama berlangsungnya kegiatan pemilu dan sesudahnya. Karena itu, kami minta semua pihak bersedia bermawas diri serta berpikir jernih. Upaya-upaya mencairkan suasana tersebut telah dilakukan dengan melibatkan Panwas Pemilu dan KPU di Wonogiri. Hasilnya, ada kesepakatan dari kedua kubu untuk tidak lagi memperpanjang masalah.

Berdasar catatan Polwil, berapa kejadian pelanggaran yang terjadi selama masa kampanye?

Total, kami mengeluarkan 1.026 surat tilang kendaraan. Tercatat 6.973 pelanggaran ringan dan 50 lain harus mendapat teguran tertulis. Penghentian kampanye terjadi tiga kali, semuanya di wilayah Sragen. Adapun kasus penganiayaan dilaporkan 14 kali dan perusakan lima kali. Kecelakaan lalu lintas tercatat lima kali, dengan korban meningal dua orang. Secara kuantitas, pelanggaran tertinggi terjadi di wilayah Klaten.

Ada pesan khusus bagi masyarakat Surakarta?

Saya hanya minta agar warga tidak mengosongkan rumah. Kalaupun tidak ada yang menunggu rumah, silakan kunci semua pintu. Sikap kehati-hatian tetap perlu, sebab kondisi semacam itu sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan. Kami memang meningkatkan kegiatan patroli, tapi bantuan dan pertisipasi warga dalam menjaga lingkungan tetap diperlukan.(Budi Santoso-86)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA