
| Senin, 5 April 2004 | Sala |
Kader PDI-P Dianiaya Kader Golkar
SRAGEN- Massa tenang menjelang Pemilu 2004 diwarnai aksi penganiayaan. Arifin Diun (42), kader PDI-P Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, mengalami luka serius akibat dikeroyok tiga kader Partai Golkar. Akibat penganiayaan itu korban dirawat di RSI Amal Sehat Jl Veteran Sragen. Ketiga pelaku yang diantar Djoko alias Kodok menggunakan Jip CJ-7 milik Partai Golkar, meninggalkan korban dalam keadaan tidak berdaya. ''Setelah insiden itu situasi Kecamatan Gondang memanas,'' tutur sejumlah saksi yang takut disebut jati dirinya. Aparat Muspika dibantu Tim Satuan Intel dan Keamanan Polres menenangkan situasi di Gondang, untuk mengantisipasi terjadinya bentrok massa dalam jumlah besar. Kapolsek Gondang Iptu Sarno masih melacak tiga pelaku penganiayaan. Diperoleh keterangan, aksi pemukulan berawal dari pemasangan spanduk. Semula oknum simpatisan Partai Golkar Slamet dan Jayus, Sabtu lalu (3/4) memasang spanduk di depan Balai Desa Wonotolo, bertuliskan ''Ojo ngapusi masyarakat kalau memberi aspal dan semen. Sebab aspal dan semen dibeli dari uang rakyat''. Pesan itu diduga ditujukan kepada pemerintahan Bupati H Untung, kader PDI-P. Spanduk yang dipasang pada masa tenang dianggap warga mengundang kerawanan. Arifin Diun yang melihat pemasangan spanduk tersebut tidak prosedural, mengadukan ke Panwas Pemilu Gondang serta Muspika. Jip Golkar Sewaktu dia menunggu, sekitar pukul 12.00 datang empat orang mengendarai Jip CJ-7 warna kuning menemui Arifin Diun. Dari keempat orang itu Arifin hanya mengenal Joko Kodok, satgas partai yang mengemudikan jip. Mereka turun lalu mendadak memukuli korban. ''Saya tidak menduga bakal dikeroyok. Sebab ketika saya ngobrol mendadak tiga orang memukuli saya,'' tutur Arifin. Setelah aksi pemukulan, fungsionaris DPC PDI-P berdatangan ke Gondang. Karena perbuatan kriminal, mereka akan membawa persoalan itu ke jalur hukum. Ketua DPC PDI-P Agus Wardoyo SE dan Ketua PAC PDI-P Gondang Bambang Samekto, serta unsur fungsionaris sudah berapat membicarakan kasus penganiayaan yang menimpa kader partai itu. Kemarin Penasihat DPC PDI-P H Untung Wiyono langsung menengok Arifin di rumah sakit. Arifin menjelaskan, dalam keadaan terbaring sakit dia sempat didatangi orang yang meminta kasus penganiayaan itu diselesaikan secara kekeluargaan. Dia juga diminta mencabut perkara itu ke polisi. ''Tidak bisa segampang itu, saya kan korbannya,'' katanya. Ketua DPD Partai Golkar Drs Sri Busono belum bisa dimintai konfirmasi, sedangkan Sekretaris Partai Golkar H Agus Fatchur Rachman mengaku belum mendapat laporan soal bentrokan di Desa Wonotolo, Gondang. Soal mobil yang diduga milik seorang fungsionaris, Agus menyatakan belum tentu mobil itu milik fungsionaris partainya.(nin-42i) |