
| Senin, 5 April 2004 | Sala |
Pendidikan Jasmani Tak Hanya Bekali Aktivitas FisikKENTINGAN- Tujuan pendidikan jasmani di sekolah sebenarnya tidak sekadar membekali siswa dengan aktivitas fisik dan keterampilan gerak olahraga. Tetapi memiliki banyak tujuan lain, termasuk pengembangan kreativitas anak. Guru besar Ilmu Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Soedjarwo MPd mengemukakan hal tersebut dalam sidang senat terbuka pengukuhan dirinya sebagai guru besar, kemarin. "Peningkatan kesegaran jasmani dan kesehatan berhubungan positif dengan pengembangan kecerdasan. Kesegaran jasmani bukan sekadar sehat, melainkan juga dasar aktivitas inteletual yang dinamis dan kreatif. Hanya, pendidikan jasmani di sekolah kadang terjebak dalam aktivitas fisik," katanya. Karena itu, ungkap dia, pendidikan jasmani di sekolah perlu dikelola dengan baik sebagai salah satu bidang studi yang banyak memberikan sumbangan kreativitas anak. Kebiasaan memaksakan gerakan dalam pendidikan jasmani perlu dihindarkan, karena akan mematikan kreativitas anak terhadap suatu objek yang sangat berbeda dari persepsi orang dewasa. Gunakan Alat Anak dapat dibiarkan memilih gagasannya sendiri untuk divisualisasikan dalam bentuk gerakan untuk pengembangan kreativitas. "Guru dapat membantu dengan melatih anak menggunakan alat, guna mewujudkan gagasan yang sesuai dengan pelajaran," kata dia, yang juga pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta. Pada awalnya, anak kadang ragu mengungkapkan gagasan dalam bentuk gerakan. Mereka takut berbuat salah sehingga geraknya spontanitas menurun. Pada saat itu, anak membutuhkan dukungan dan motivasi yang dapat menumbuhkan perasaan berani berkarya. Dengan demikian kegiatan pendidikan jasmani tetap berfungsi sebagai sarana pengembangan kreativitas. "Pengembangan kreativitas anak melalui pendidikan jasmani sudah harus disiapkan saat perencanaan pelajaran," katanya. Metode yang digunakan harus fleksibel dan bervariasi. Yakni disesuaikan dengan karakteristik anak, situasi, dan mata pelajaran yang diberikan, sehingga anak dapat menyalurkan imajinasi kreatifnya secara optimal.(F11-86s) |