
| Senin, 5 April 2004 | Sala |
34.320 Formulir Penghitungan Tak Tersedia
KOTA - Pendistribusian logistik pemilu di Solo, serentak dilakukan kemarin. Sejumlah Panitia Pemungutan Suara (PPS) sejak pagi sibuk mempersiapkan berbagai perlengkapan logistik untuk dikirim ke setiap tempat pemungutan suara (TPS). Berdasarkan perincian dalam pantauan di setiap TPS, masih terdapat kekurangan logistik yaitu plano atau formulir model C2 untuk mencatat penghitungan suara DPRD Kota. Hampir seluruh TPS di setiap daerah pemilihan di lima kecamatan, belum menerima itu. Beberapa anggota PPS mengakui tidak menerima formulir tersebut. Namun kendala tersebut dapat diatasi. Sebab, setiap TPS di Solo sudah membuat formulir sendiri untuk mempersiapkan penghitungan suara bagi DPRD Kota. Widodo (48), anggota PPS Karangasem, Kecamatan Laweyan saat ditemui kemarin mengatakan, "Setiap TPS di Solo kemungkinan tidak menerima formulir semacam itu." Ketaktersediaan formulir model C2 untuk DPRD Kota, diakui Ketua KPU Surakarta, Drs Eko Sulistyo. Sehubungan dengan belum terpenuhinya logistik tersebut, kata dia, KPU Surakarta sudah memesan sendiri formulir tambahan. "Mudah-mudahan pesanan itu dapat tercetak sebelum pencoblosan sehingga dapat dikirim ke setiap TPS," ujarnya. Berdasarkan catatan di Kantor KPU, kekurangan formulir model C2 untuk DPRD Kota mencapai 34.320 lembar atau sebanyak 70 rim. Begitu pula kekurangan pasokan fotokopi formulir model C2 untuk DPR, DPD, dan DPRD provinsi di setiap TPS di kecamatan Banjarsari.
Berdasarkan catatan dari Kantor KPU, fotokopi formulir model C2 untuk Daerah Pemilihan 3 mencapai 20 set. Sementara itu logistik lain seperti bilik suara, kotak suara, dan tinta sudah didistribusikan PPS ke seluruh TPS. Ada yang dikirim pagi, tetapi ada sebagian yang didistribusikan pada sore hari. Sementara itu, enam TPS di Kelurahan Sangkrah berbentuk bilik suara seperti pada pemilu lama. Mereka enggan menggunakan bilik kiriman KPU karena dinilai akan membikin susah, terutama bagi pemilih yang berusia tua dan buta huruf. Lurah Sangkrah Suhanto mengatakan, warga memang menginginkan bilik suara yang lebar dan tertutup seperti bilik pemilu yang dulu. "Mereka rela iuran dan menggalang dana sendiri untuk mendirikan bilik. Ada yang dari tripleks dan ada yang sekadar kayu diselubungi kain, pokoknya tertutup seperti dulu," kata dia. Menurutnya, banyak warga di situ yang berusia lanjut serta buta huruf. Jika menggunakan bilik KPU yang relatif sempit, para pemilih lanjut usia kurang leluasa. Karena itu warga kemudian berembuk dengan KPPS dan kelurahan, agar diperbolehkan mendirikan bilik sendiri. Camat Pasar Kliwon, Drs Satrio Teguh Subroto membenarkan ada beberapa TPS yang memilih bilik model lama. Semua sudah dilaporkan ke KPU dan diizinkan, sepanjang warga membangun dengan dana sendiri. "Seluruh TPS di Pasar Kliwon ada 220 dan semua sudah siap," kata dia. Hal yang sama dikemukakan Camat Jebres, Drs Subagiyo MM. Seusai berkeliling mengunjungi TPS se-Jebres, dia mengatakan, 377 TPS yang ada di wilayahnya siap digunakan, termasuk petugas PPS yang akan melayani warga. "Tidak ada persoalan lagi, semua logistik sudah siap," ujar dia. Camat Banjarsari, Soemarno SSos mengemukakan, 451 TPS yang berada di wilayahnya juga siap digunakan. Seluruh logistik sejak pagi sudah didistribusikan dan diantarkan ke lokasi TPS, termasuk tiga TPS khusus di RS PKU, RS Triharsi, dan RS Brayat Minulyo. Sedianya akan didirikan TPS khusus di Terminal Tirtonadi, namun batal karena di lingkungan sekitarnya sudah ada. Anggota KPU Suharsono saat dimintai konfirmasi mengatakan, pembuatan bilik suara seperti pemilu waktu dulu tidak masalah, sepanjang warga menginginkan. "Dari 1430 TPS se-Solo, hanya di Sangkrah yang melaporkan ingin membuat bilik sendiri. Itu diizinkan, yang penting warga merasa nyaman. Mungkin ada pertimbangan khusus, karena kerahasiaan lebih dijamin, tidak terlihat, dan sebagainya sehingga kami izinkan. Tidak ada masalah," kata dia. Sementara itu, Wali Kota Surakarta H Slamet Suryanto rencana melakukan pencoblosan di TPS Kalitan, di depan rumah dinas Loji Gandrung. Seusai mencoblos, Slamet akan meninjau pelaksanaan pemilu di berbagai TPS di seluruh kota.(G11,an-86is) |