logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Pemilu 2004 Demokratis

SEMARANG - Pelaksanaan Pemilu 2004 ini menyita perhatian pemantau asing. Setelah mengamati kampanye mulai 11 Maret - 1 April, mereka memandang tahapan pemilu di Indonesia sudah banyak berubah dibanding pemilu sebelumnya.

''Pemilu sekarang ini cukup demokratis. Tidak ada tekanan untuk memilih partai tertentu. Pesertanya cukup banyak, dan kampanye bisa berjalan lancar,'' kata Kirk Coningham dari Department of Foreign Affair Canberra Australia seusai bertemu dengan jajaran DPW PPP Jateng, Minggu (4/4). Dia bersama rombongan diterima Ketua DPW PPP HA Thoyfoer Mc, Wakil Ketua Hisyam Alie dan pengurus lain.

Kirk bersama rekan-rekannya telah melakukan pemantauan pemilu ke berbagai negara. Menurutnya, sistem pemilu di Indonesia tidak kalah demokratisnya dengan negara lain.

Keamanan, khususnya di Jawa Tengah, cukup terjaga. Tidak timbul kerawanan dan kekerasan yang menimbulkan korban besar.

''Sampai tahap kampanye, Pemilu 2004 berjalan tanpa ada unsur kekerasan, seperti pada Pemilu 1999,'' katanya sambil menambahkan bahwa pemilu lalu dia juga melakukan pantauan.

Kirk melakukan pemantauan bersama Kirsten Bate dari AusAIDI Australian Observer, Member of Australian Government Margareth May, dan Mr Rob dari Australian Federal Police.

Thoyfoer menyatakan, pemilu kali ini telah menciptakan masyarakat bersikap lebih dewasa. Pelaksanan penyelenggara pemilu adalah independen, bukan lagi di bawah tekanan golongan tertentu seperti pada era Orde Baru. ''Potensi ketidakadilan terhadap partai-partai juga semakin kecil,'' katanya.

Hisyam Alie menuturkan, saat pemilihan, seluruh caleg dari partainya diminta untuk memonitoring sampai pada perhitungan suara. ''Mereka ditugaskan di daerah pemilihan masing-masing.'' (G1-29)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA