logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Olahraga  
Line

Wahyu Memilih Absen di PON XVI

  • Perkuat Timnas Yunior

PADA cabang bola voli indoor, kini prestasi Wahyu Prabowo sedang menanjak. Buktinya, pemain asal klub Semarang Berlian ini harus menghadapi dua pilihan, menjadi pemain tim PON Jateng atau atlet timnas yunior. Keduanya tak bisa dijalani serempak.

Akhirnya, pemain kelahiran Temanggung 9 Februari 1986 ini memilih bergabung dengan timnas yunior untuk mengikuti kejuaraan yunior Asia yang akan dimainkan di Qatar, 3-10 September.

Dengan demikian, pemain yang mempunyai tinggi badan 182 cm tersebut tak bisa mengikuti PON XVI Palembang yang bakal berlangsung 2-14 September.

Pilihan itu disebutnya sama sulitnya karena harus menentukan mengutamakan kepentingan daerah atau kepentingan nasional. Akhirnya siswa Kelas III SMA 1 Semarang ini memilih timnas karena pelatnas di Sentul sudah dimulai.

Wahyu bersama 18 pemain yang datang dari berbagai daerah akan ditangani oleh pelatih asal Cina, Li Qiu Jian, dibantu asisten pelatih Suharno dari DIY.

''Sebetulnya cukup berat bagi saya karena haus meninggalkan Semarang, termasuk meninggalkan sekolah. Akan tetapi, kali ini saya anggap lebih penting dan kesempatan yang baik. Akhirnya saya pilih masuk pelatnas,'' tutur Wahyu, seusai latihan di GOR Satria, kemarin.

Pemain yang berwajah ganteng ini sudah berkemas-kemas. Dia telah mengurus dispensasi dari sekolah karena pelatnas bakal berlangsung selama lima bulan. Sekolahnya akan dipindahkan ke SMU Ragunan, Jakarta. ''Saat Ebtanas juga di Ragunan,'' tambahnya.

Tertarik Lompatannya

Sekitar awal 2003, bakatnya mulai terpantau oleh pelatih klub Semarang Berlian, Sarnam. Kebetulan waktu itu Semarang Berlian diundang menjadi salah satu peserta turnamen di Kota Magelang. Pemuda yang biasa dipanggil Bowo ini memperkuat tuan rumah sebagai pemain pinjaman.

''Waktu itu saya hanya tertarik dengan lompatannya, di samping usianya juga kelihatan masih muda. Sampai sekarang pun, Bowo masih merupakan pemain yang memiliki lompatan paling tinggi, baik di klub Semarang Berlian maupun Tim PON Jateng,'' aku Sarnam.

Seusai turnamen di Magelang itulah, atas dukungan orang tuanya, Romidi, Bowo langsung diboyong ke Semarang. Sekolahnya dipindah ke SMA I Semarang. Segala kebutuhannya dicukupi oleh Semarang Berlian.

''Dia mempunyai masa depan yang bagus. Paling tidak dua tahun lagi dia sudah bisa memperkuat timnas SEA Games.

Karena itu, demi masa depannya, kami relakan dia lepas dari tim PON Jateng atau Semarang Berlian di Pro Liga,'' tutur Ketua Klub Semarang Berlian, Umbu Puda SH.

Didukung oleh bakat dan kemauan yang keras, pada Okber 2003 Bowo sudah ikut mengantarkan tim pelajar Indonesia keluar sebagai juara II Kejuaraan Pelajar Asia di Hong Kong. Pada final, timnya kalah 0-3 dari China.

Bujangan yang senang dengan lagu-lagu campur sari ini mulai terpantau oleh timnas pelajar setelah memperkuat Jateng pada Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) di Makassar, Juni 2003.

Waktu itu Jateng berhasil merebut medali perunggu. (Mundaru Karya-22n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA