logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Tenda Habis Disewa untuk TPS

MAGELANG - Sejumlah tempat persewaan alat-alat pesta di Kota Magelang kehabisan persediaan tenda. Semua tenda telah disewa untuk kepentingan pembangunan tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di berbagai tempat, baik di Kota maupun Kabupaten Magelang.

''Betul, tenda kami yang jumlahnya 100 buah lebih sudah habis disewa. Mereka sudah memesan sejak dua atau tiga minggu lalu untuk membangun TPS,'' kata Ning, karyawan persewaan alat-alat pesta Gono Gini kepada Suara Merdeka, Minggu (4/4).

Dia mengatakan, ukuran tenda yang dipesan bermacam-macam. Ada TPS yang hanya membutuhkan dua tenda atau satu tangkup, ada pula yang lebih dari itu.

Biaya sewa satu tangkup berikut angkutan selama satu hari Rp 80.000. Tenda itu mulai dipasang Minggu dan dibongkar Selasa.

"Kami menghitungkan hanya satu hari. Sebab hari ini (5/4) semua karyawan libur untuk mencoblos sehingga baru bisa dibongkar hari Selasa,'' tuturnya.

Untungnya, katanya lebih lanjut, pelaksanaan pemilu tidak bersamaan dengan saat musim orang menikah. Jadi, tenda seluruhnya disewa untuk kepentingan TPS.

Adapun kursi lipat ataupun meja masih tersedia cukup banyak.

Hal yang sama juga dialami persewaan alat-alat pesta SPM. ''Tenda kami yang jumlahnya seratus lebih sudah habis disewa, juga untuk kepentingan membangun TPS,'' kata Budi karyawan setempat.

Biaya sewa untuk tenda ukuran 4x6 m Rp 30.000/hari. Pemasangannya dimulai Jumat sore dan baru dibongkar Selasa. ''Sewanya hanya dihitung satu hari karena hari Senin semua karyawan libur untuk mencoblos.''

Selain tenda, yang juga habis disewa untuk TPS adalah kursi rotan, sedangkan kursi lipat dan meja masih cukup banyak.

Kerja Bakti

Dari pantauan Suara Merdeka di berbagai kampung di Kota Magelang, kebanyakan pada hari Minggu warga melakukan kerja bakti membangun TPS. Hanya sebagian kecil yang memanfaatkan balai kampung untuk TPS. Kebanyakan membangun di pekarangan warga dengan menggunakan tenda.

Sementara itu, Dewan Presidium Solidaritas Mahasiswa Magelang Peduli Rakyat (Sommpret) dalam siaran pers yang ditandatangani Dzikron Fuadi, M Nasir Hery SJ, M Zakiyudin, dan M Hatim Fauzi menerangkan, pada pemilu lalu rakyat telah dibodohi dengan sistem memilih kucing dalam karung. Pemilu 2004 menggunakan sistem yang agak berpihak kepada rakyat.

''Rakyat hendaknya menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakilnya yang tidak akan membodohi dan membohongi rakyat lagi,'' tegasnya.

Menurut pendapatnya, wakil rakyat yang dipilih harus bisa menyalurkan aspirasi rakyat dan memenuhi tiga kriteria. Yakni, mempunyai kualitas SDM yang memadai, mempunyai moral yang tinggi, dan tidak ambisius. ''Jika ketiga poin terpenuhi, perjalanan bangsa ke depan akan lebih baik,'' tandasnya. (P60-80n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA