logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Soal Texmaco, Pemkab Minta Bantuan ke Jakarta

PEMALANG- Makin terpuruk pabrik tekstil terbesar PT Texmaco Jaya dan tidak berproduksi lagi sejak Kamis (1/4) lalu, membuat prihatin Pemkab Pemalang. Kondisi itu belum dibahas pemecahannya, walau Pemkab telah minta tolong kepada Pemerintah Pusat.

Menurut penjelasan Wakil Bupati H Mustaqim HU, apa yang terjadi di dalam perusahaan tekstil itu tidak terlepas dari persoalan masa lalu. Namun, dalam mencari solusi untuk memecahkan persoalan perusahaan itu hendaknya jangan dikaitkan dengan persoalan yang justru jika dibahas tidak akan bakal selesai.

''Saya prihatin dengan nasib para karyawan . Sebab, perusahaan itu merupakan lapangan kerja terbesar bagi rakyat Pemalang. Kalau perusahaan bisa bangki, tentu dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,'' ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, persoalan perusahaan hanya karena kesulitan modal kerja, sedangkan pemasarannya masih stabil. Lantaran tak ada modal yang bisa untuk produksi, putaran roda perusahaan berhenti.

Dahulu ketika perusahaan mulai merasakan kesulitan modal dan sejumlah karyawannya mengadu ke DPR Jateng dan Jakarta, ujar Mustaqim, Pemkab melalui Bupati HM Machroes SH sebenarnya sudah minta bantuan ke Pemerintah Pusat agar dapat menyuntikkan dana segar untuk melancarkan produksi.

Rp 50 Miliar

Hingga kini kondisi keuangan Texmaco masih tetap sulit, karena kucuran dana segar dari pemerintah tak juga turun. Padahal bila dana tersebut turun dan pengelolaannya diserahkan ke manajemen Texmaco Pemalang - lepas dengan pusat - diperkirakan perusahaan itu akan sehat kembali.

Kucuran dana segar yang dibutuhkan PT Texmaco Jaya lebih kurang Rp 50 miliar. Jika dibandingkan dengan nasib para karyawan, sebenarnya dana itu masih kecil, apalagi bila dikaitkan dengan sejumlah dana purna bakti Dewan. Namun agaknya Pemerintah Pusat belum dapat membantu karena persoalannya masih dikaitkan dengan kasus Texmaco Group.

Seperti diberitakan (Suara Merdeka, 2/4), PT Texmaco Jaya Pemalang menghentikan produksi secara total. Dahulu jumlah karyawan 3.000-an orang dan kini tinggal 1.700-an karyawan. Karena pabrik tak produksi lagi, mereka terpaksa dirumahkan dengan gaji bervariasi 50% - 75% dari upah tetap.

Kendati pabrik berhenti produksi, beberapa karyawan masih ada yang berangkat bekerja, terutama bagian keamanan dan teknisi perawatan mesin.(sf-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA