logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 5 April 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Tiba-tiba Kapolda Minta Tangannya Diborgol

JEPARA - Lega. Itulah perasaan Gubernur Jateng H Mardiyanto saat mengunjungi kesiapan pemilu di Kabupaten Jepara bersama Muspida, Minggu kemarin. Yang membuat perasaan plong, pengiriman logistik ke 194 desa/ kelurahan sudah tercukupi. "Bahkan logistik untuk Karimunjawa sudah dikirim pada Rabu (31/3) lalu. Kesiapan di Jepara ini sungguh melegakan," ujar Gubernur.

Yang paling melegakan, Jepara menjelang pemilu legislatif, Senin (5) ini aman dan tenteram. Kampanye pemilu pada 11 Maret-1 April yang diikuti 24 parpol peserta pemilu dan calon DPD berjalan aman.

Kondisi itu berbeda jauh dari keadaan menjelang pemilu pada 7 Juni 1999. Lima tahun lalu, Gubernur bersama Pangdam dan Kapolda melakukan kunjungan ke Jepara sebagai daerah yang masuk catatan rawan. Seperti yang dulu diberitakan, tragedi di Dongos menyebabkan empat simpatisan PKB dan PPP meninggal. Keadaan Jepara yang sudah agak tenang dari geger karena terjadi penyerangan sekelompok preman ke Desa Bandungharjo, Keling, 4 Juni 1999. Bentrokan itu menyebabkan lima anggota kelompok penyerbu meninggal.

Gubernur di Jepara didampingi Ketua DPRD Mardijo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunarso, Kapolda Irjen Pol Didi Widayadi, Kajati J Parjanto, Ketua KPU Fitriyah, Ketua Panwas Pemilu Nur Hidayat sardini, dan Kepala Badan Kesbanglinmas S Prayitno. Ikut menjemput rombongan Gubernur yaitu Kepala Bakorlin I Ir Sholeh dan Kapolwil Pati Kombes Pol Suhartono.

Diborgol

Memasuki pendapa kabupaten, rombongan Gubernur mendapat penjelasan Bupati Jepara Hendro Martojo tentang persiapan pemilu. Untuk membantu masyarakat agar dapat mengikuti penghitungan suara, di pendapa dipasang layar LCD monitor yang mengakses data ke KPU Kabupaten.

Gubernur menyaksikan persiapan TPS 01 Kelurahan Panggang di Pungkuran (belakang rumah dinas bupati). Dengan berjalan kaki, gubernur menyapa warga dan mengingatkan agar menggunakan hak pilih dalam pemilu. "Sudah dapat kartu pemilih?" tanya Gubernur kepada warga.

Kapolda Irjen Pol Didi Widayadi meminta penjelasan kepada Rujito, anggota Linmas di pintu masuk TPS. Bahkan, Kapolda menyodorkan tangannya untuk diborgol. Permintaan yang mendadak itu membuat Rujito kaget. Namun, dengan cekatan lalu tangan Kapolda dia borgol. Sesaat kemudian dia membuka kembali borgol itu dengan kunci. (kar-34e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA