logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 April 2004 Sala  
Line

Warga Aliran Kepercayaan Senang Laku Tirakat

WONOGIRI-Warga penghayat kepercayaan merupakan komunitas masyarakat yang tidak pernah membuat onar. Sebab, perilakunya lebih menekankan olah budi luhur, untuk ngudi karukunan dalah nandur kabecikan, kanggo memayu hayuning bawana (membangun kerukunan dan menabur kebaikan, untuk senantiasa menjaga keselamatan jagat-Red).

Penegasan itu Kamis malam lalu dikemukakan Bupati H Begug Poernomosidi SH dalam acara sarasehan warga penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa se-Kabupaten Wonogiri yang digelar secara lesehan di pendapa kabupaten.

Dalam acara itu Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Drs Bambang Eko Sarwono MM mengatakan, sarasehan dihadiri 200 penghayat aliran kepercayaan. Mereka berasal dari Pangestu, Waspda, Sumarah, dan Sapta Darma.

Untuk memeriahkan acara ditampilkan hiburan seni santiswasra dari grup Wiryo Handayani Dinas Pendidikan Wonogiri yang dimainkan 15 seniman- seniwati. Mereka mendendangkan tembang-tembang yang menyejukkan. Seperti "Ilir-ilir, Maskumambang, Dhandhanggula, Pangkur, Sinom Parijotho" dan juga lagu-lagu bersyair puji-pujian.

Bambang mengemukakan, sarasehan untuk menyatukan visi dan misi dengan Bupati, agar eksistensi warga penghayat kepercayaan mendapat perhatian dari Pemkab Wonogiri. Sebab, selama ini meski potensi mereka sebenarnya cukup banyak, keberadaan mereka seakan tenggelam. Padahal, eksistensi mereka dalam ikut menumbuhkembangkan budaya Jawa sebenarnya tidak perlu diragukan lagi.

"Yakinlah, selama jadi Bupati di Wonogiri, saya akan melindungi. Sebab, saya sangat paham terhadap keberadaan insan penghayat kepercayaan, yang pada umumnya mereka adalah orang-orang yang suka prihatin, senang laku tirakat, mencintai olah mesu budi, dan senantiasa mencari kesempurnaan hidup," papar Bupati.

Dia mengatakan sangat paham terhadap eksistensi penghayat kepercayaan, karena disertasi gelar doktor yang diraihnya dari Western University Amerika mengungkap masalah ilmu kebatinan yang erat dengan aliran kepercayaan.

"Sering-seringlah datang ke sini, gunakan pendapa kabupaten ini untuk kegiatan bagi semua warga penghayat kepercayaan. Sebab, saya percaya jika ruang pendapa kabupaten ini sering dipakai untuk kegiatan spiritual berdoa para warga penghayat kepercayaan, suasananya akan sejuk," ujarnya.

Minta Restu

Bupati juga meminta restu para warga penghayat kepercayaan dan berharap ikut mendoakan berkenaan dengan rencana pembangunan objek wisata spiritual di pantai selatan di Kecamatan Paranggupito dan di objek wisata hutan di Setren Kecamatan Slogohimo.

"Di sana akan kami bangun tempat ibadah, seperti masjid, pura, vihara atau tempat-tempat persembahyangan dan pemanjatan doa sesuai dengan keyakinan kita masing-masing," katanya.

Bupati juga menyambut positif kehendak warga penghayat kepercayaan untuk ikut dilibatkan dalam ritual labuhan di pantai selatan dan prosesi kirab pusaka yang digelar sebagai event wisata budaya setiap bulan Sura. Juga pada ritual-ritual lain seperti ketika digelar acara doa bersama secara massal yang dilakukan oleh umat beragama.(P27-14k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA