logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 April 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Masa Tenang, Massa Pelopor Datangi DPRD

PATI-Pada hari tenang menjelang pemungutan suara, sekelompok massa Partai Pelopor Pati, Jumat (2/4) kemarin, mendatangi Gedung DPRD di Jl Dr Wahidin. Selain itu, mereka juga mendatangi Mapolres, Makodim 0718, dan Kejaksaan Negeri.

Menurut Ketua DPC partai tersebut H Achmad Riyanto, kedatangan massa partainya itu sama sekali tidak untuk berkampanye meskipun mereka memakai kaus partai. Mereka melakukan hal itu semata-mata untuk memberikan penghargaan kepada lembaga/instansi tertentu.

Penghargaan tersebut diberikan karena lembaga itu dinilai oleh partainya telah banyak berkiprah dan berbuat sesuatu untuk daerah Pati. Penghargaan berupa pengalungan bunga diberikan kepada Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs Tonny Hartono.

Kapolres Pati Tonny Hartono dinilai telah berbuat banyak dalam mengendalikan situasi keamanan di daerah selama berlangsung kampanye parpol peserta pemilu. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada tiga anggota DPRD, yakni H Drs Ali Muhtarom, Yusri Herman SAg, dan almarhum Drs Sarno.

Ketiga anggota Dewan itu dinilai cukup kritis menyikapi banyak hal di daerahnya, bersih, dan antikorupsi. "Karena itu, ketiganya berhak mendapat penghargaan dari Partai Pelopor," ujarnya.

Kursi

Ketika berlangsung pengalungan bunga, karena Drs Sarno yang Wakil Ketua DPRD dan caleg DPRD Provinsi Jateng dari Partai Golkar, tiga hari lalu meninggal karena sakit, penghargaan itu diberikan dengan menempatkan sebuah kursi di depan pintu masuk ruang lobi. Di kursi itulah, bunga tersebut dikalungkan.

Sementara itu, Ali Muhtarom setelah menerima penghargaan itu mengatakan, selama melaksanakan tugas di lembaga legislatif, dia benar-benar mendapat dukungan positif dari partainya, PKB. Selanjutnya di meneriakkan yel-yel "hidup Pelopor" yang spontan dijawab oleh massa Pelopor "hidup PKB".

Kedatangan kelompok massa partai itu ke Kejaksaan Negeri di Jl P Sudirman, masih menurut Achmad Riyanto juga dalam kepentingan yang sama. Sebab, lembaga itu dinilai telah menangani kasus politik uang yang melibatkan 19 tersangka, semuanya anggota DPRD.(ad-85e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA