| INDEKS BERITA HARI INI | Jumat, 2 April 2004 |
|
Tarif Pulsa Lokal dan Abonemen Naik 28%
SEMARANG- Per 1 April 2004, PT Telkom menaikkan tarif telepon lokal dan abonemen (berlangganan) 28%. Tarif sebelumnya per pulsa (3 menit) Rp 195 menjadi Rp 250 atau naik Rp 55 per pulsa. Tarif telkom Flexi Classy (pascabayar) juga naik menjadi Rp 250 per 120 detik. |
Kal Star Buka Rute Semarang-Bandung
SEMARANG-Setelah sukses menggarap pasar Semarang-Yogya, maskapai penerbangan Kal Star Trigana Air mulai 9 April 2004 membuka rute baru Semarang-Bandung dengan transit di Yogyakarta. Dengan demikian, dari Semarang ada dua maskapai yang melayani rute tersebut, satunya lagi yang sudah beroperasi adalah Deraya Air. |
|
|
Bank Syariah Hadapi Lima Tantangan
NUSA DUA- Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan, perkembangan perbankan syariah di Indonesia masih menghadapi lima tantangan penting yang perlu segera diselesaikan. |
Hasil Likuidasi BBO/BBKU Diprioritaskan untuk Bayar Pajak
JAKARTA- Dana dari likuidasi 52 bank beku operasi (BBO) dan Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU) akan diprioritaskan penggunaannya untuk membayar tunggakan pajak bank-bank tersebut. |
|
|
Penunggak Pajak Jateng Capai Rp 175 Miliar
SEMARANG- Hingga saat ini, jumlah tunggakan pajak yang belum diselesaikan kewajibannya oleh wajib pajak (WP) di Jateng mencapai Rp 175 miliar. Untuk mempercepat tunggakan tersebut, Kanwil Pajak Jawa Bagian Tengah I telah melakukan pengusutan terhadap WP agar segera menyelesaikan kewajibannya. |
Ekspor Februari Turun 2,64%
JAKARTA- Setelah sempat melonjak hingga 5 miliar dolar AS pada Januari lalu, nilai ekspor Indonesia untuk Februari 2004 mengalami penurunan 2,64% menjadi 4,90 miliar dolar AS. Selain nilai ekspor bulanan, secara kumulatif ekspor Januari-Februari 2004 juga turun tipis 0,42% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. |
|
|
Pertumbuhan Kredit di Banyumas Naik 30,7%
PURWOKERTO- Perkembangan kredit perbankan di eks Karesidenan Banyumas selama 2003 meningkat, yakni 30,7%, dari Rp 1.865 miliar menjadi Rp 2.438 miliar. Perkembangan kredit yang cukup bagus itu diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di wilayah Banyumas. |
||