logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Surat Pembaca  
Line

Atasi DB dengan Ramuan Tradisional

Untuk mengatasi penyakit DB harus cepat karena suhu badan terlalu tinggi, trombosit menurun dengan drastis, pendarahan lambung dan terjadi penggumpalan darah. Oleh dokter, pasien dianjurkan banyak minum air. Jika ingin mengobati penyakit ini, saya punya ramuan tradisional.

Karena terlalu riskan maka banyak yang tidak berani memberikan ramuan tradisional kepada penderita. Sebetulnya ramuan tersebut mudah, contohnya daun sambang darah (excoccariabicolor hassk) sangat bermanfaat untuk anti pendarahan, daun sendok (plantago major linn) dan lidah buaya (aloe ferox mill) sangat baik untuk menurunkan panas.

Ramuan yang saya cobakan pada kerabat dekat hasilnya cukup memuaskan. Saya ingin membantu keluarga penderita dan karena jumlahnya terbatas, maka kepada 40 orang pertama (khusus penduduk Semarang) akan diberi ramuan tanpa imbalan.

Setiawan H
Ligu Tengah 519, Semarang

***

Jalan Arteri dan Maut

Sudah merupakan rahasia umum arteri Semarang merupakan jalan alternatif yang banyak dipilih orang. Tapi bila Anda melewati jalan itu pada malam Minggu sekitar pukul 23:00, maka kebut-kebutan liar merupakan hal yang sering terlihat. Banyak hal yang sudah dilakukan pihak kepolisian, tapi apakah itu efektif.

Bila ya, mengapa sampai sekarang masih berlanjut. Kecelakaan pun tidak satu dua kali terjadi. Tapi apakah mereka jera. Kebutuhan hidup merupakan alasan utama untuk melakukan hal itu.

Dengan sekali menang mereka mendapatkan beratus-ratus ribu rupiah, tapi apakah itu sebanding dengan nyawa mereka?

Untuk Pak Polisi, tolong hapuskan kesan jalan arteri sebagai ajang maut bagi pembalap gelap dan warga sekitarnya. Hukum ada untuk ditegakkan dan bukan untuk dilanggar.

Wahid Hasyim
Jl Sinar Wijaya 654, Semarang

***

Ulurkan Bantuan

Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (PRMK FE Undip) akan mengadakan pasar murah di Dusun Jambu, Ambarawa pada tanggal 14-16 Mei mendatang dalam rangka Paskah.

Untuk itu kami mengetuk hati Bapak/Ibu/Saudara turut berpartisipasi dengan memberikan sumbangan berupa bahan pangan (beras, gula, mie instan), pakaian pantas pakai, koran bekas.

Para pembaca dapat menghubungi Sdri Woro telp 024-8505856. Sumbangan akan kami arnbil.

Elizabeth Nancy
Jl Erlangga Tengah 17 Semarang

***

Perpustakaan yang Terlupakan

Ketika perguruan tinggi mulai berlomba menarik calon mahasiswa, ketika SD dan SMP siap-siap menghadapi kurikulum berbasis kompetensi, ada sumber belajar sangat penting yang kurang mendapatkan perhatian dan bahkan terpinggirkan, yaitu perpustakaan.

Dalarn mempromosikan institusi pendidikan jarang menyebut perpustakaan. Kalau disebut, terkadang tidak sesuai kenyataan. Belum banyak pengelola pendidikan menempatkan perpustakaan sebagai prioritas pengembangan. Untuk pendidikan dasar dan menengah yang kurikulum berbasis kompetensi, diperlukan dukungan perpustakaan yang memadai.

Sedang pendidikan tinggi 60% waktu mahasiswa digunakan untuk pengembangan diri di perpustakaan. Kurangnya perhatian terhadap pengembangan perpustakaan dapat dilihat dari sarana prasarana dan koleksi yang terbatas serta penyediaan tenaga yang berkesan seadanya.

Guna mencapai cita-cita mencerdaskan anak didik, maka penyediaan perpustakaan yang berkualitas, baik sarana prasarana, pelayanan, koleksi maupun tenaga pengelola harus menjadi prioritas. Salah satu parameternya dengan menempatkan tenaga perpustakaan sesuai bidangnya atau setidaknya memiliki dasar pengetahuan mengelola perpustakaan.

Unika Soegijapranata menyelenggarakan Kursus Pendidikan Siap Kerja di Perpustakaan. Kursus ini untuk petugas yang belum memiliki dasar pengelolaan perpustakaan, pegawai yang bekerja di perpustakaan, masyarakat umum dan para lulusan yang belum bekerja. Silakan hubungi (024-8441555, psw 181/08156634744).

Rikarda Ratih S
Jl Kelud Raya 68A, Semarang

***

Mata Air Muncul bagi Kota Semarang

Gagasan pemanfaatan mata air Muncul Salatiga untuk air baku Kota Semarang sudah dipikirkan sejak awal tahun 1970-an. Mata air ini sumber air terbesar waduk Rawapening yang airnya dimanfaatkan untuk irigasi, perikanan, pembangkit tenaga listrik serta air minum dan industri di Kabupaten Semarang.

Hasil studi yang dilaksanakan konsultan PRC.ECI (Amerika) tahun 1980 menyatakan, pemanfaatan air waduk Rawapening untuk air baku Kota Semarang sebesar 2.000 liter/detik baru dapat terlaksana bila muka air Rawapening ditinggikan dengan membuat tanggul di sekelilingnya.

Rencana peninggian dibatalkan karena ada masalah sosial. Bila muka air waduk tidak ditinggikan, pengambilan air untuk Kota Semarang dapat berakibat pada berkurangnya air irigasi di daerah hilir seluas sekitar 30.000 ha di Demak dan Grobogan serta penurunan kapasitas tenaga listrik PLTA Jelok.

Para petani di daerah irigasi bendung Glapan tersebut saat ini hanya dapat menanam padi di musim hujan sedangkan di musim kemarau hanya sekitar 30% sampai 40 % dari seluruh area yang dapat menanam padi.

Memperhatikan hasil studi tersebut, rencana pemanfaatan sumber mata air Muncul untuk kota Semarang perlu dikaji lebih mendalam dengan mengikutsertakan semua pihak yang berkepentingan. Volume Rawapening perlu ditelaah kembali mengingat kondisinya saat ini sudah sangat menurun dibandingkan 20 tahun lalu.

Sumber air baku lainnya untuk Semarang yaitu waduk Jatibarang di Kali Kreo yang dapat memasok air sebesar 2.250 liter/detik serta waduk Dolok di Kali Dolok yang memasok 750 liter/detik. Kedua waduk tersebut berlokasi lebih dekat dengan Semarang sehingga perlu dipertimbangkan sebagai alternatif pemecahan masalah kekurangan air kota ini.

Kapasitas saluran air baku Klambu Kudu sebesar 3.500 liter/detik perlu dimanfaatkan sesuai rencana mengingat debit yang lebih kecil akan mengakibatkan banyaknya endapan sedimen di sepanjang saluran.

Ir Mestika Dipl HE
Konsultan Iwirip Dinas PSDA Jateng

***

Terima Kasih Pak Camat

Dimuatnya tulisan saya 22 Februari 2004 berjudul "Mohon Penjelasan Camat Semarang Barat" tentang pembuatan KK orang tua saya yang tak kunjung selesai sejak 7 November 2003 mendapat tanggapan baik. Saya beritahukan masalah tersebut sudah diselesaikan oleh pihak kecamatan.

Bahkan Pak Camat memberikan kesempatan kepada warganya yang mengalami kasus seperti saya untuk dapat langsung menghubungi beliau.

Masochah
Tambakharjo Rt 3/Rw 1 Semarang


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA