
| Jumat, 2 April 2004 | Sala |
Cemburu, Celurit BicaraSAMBENG- Kampung Sambeng, Banjarsari, Solo, Rabu (31/3) malam digemparkan aksi penganiayaan. Aksi kekerasan yang terjadi sekitar pukul 22.00 itu mengakibatkan salah seorang warga, Riyo (32) mengalami luka parah akibat disabet celurit. Beruntung Embing (34) yang diduga menjadi tersangka aksi penganiayaan dapat diringkus petugas berikut barang bukti, tidak lama setelah kejadian tersebut berlangsung. Berdasar informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, aksi penganiayaan itu diduga bermotif cemburu. Namun anehnya, tersangka yang menaruh sakit hati bukannya menganiaya orang yang dicemburuinya dan dicarinya malam itu, tetapi kemarahan dilampiaskan kepada korban yang sebenarnya tidak tahu-menahu persoalan sebelumnya. Sejak lama Embing telah menaruh dendam kepada Yuli. Dendam itu, menurut Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Masrur, lantaran kedekatan istri Embing dengan Yuli. Tak aneh, hubungan antara Embing dan Yuli tidak akur. Dan ketika keduanya bertemu di kampung, Embing berniat menghajar Yuli.
Namun keduanya yang sempat terjadi cekcok itu dapat dilerai Riyo. Hanya akibatnya justru fatal, karena Riyo yang selama ini dekat dengan keduanya menjadi korban kemarahan Embing. Bahkan kemarahan Embing tidak dapat dikendalikan, karena gagal melabrak Yuli. Riyo langsung disabet celurit hingga bersimbah darah. Yuli yang merasa terancam jiwanya langsung kabur menyelamatkan diri. Kejadian tersebut membuat geger warga Sambeng, setelah mendengar teriakan korban. Mereka langsung mendatangi lokasi kejadian. Setelah aksinya diketahui warga, Embing kabur. Riyo yang mengalami luka parah akibat disabet celurit, langsung dilarikan sejumlah warga ke rumah sakit terdekat. Peristiwa yang cukup menggemparkan itu kemudian dilaporkan polisi. Tersangka yang sempat melarikan diri tidak lama kemudian berhasil ditangkap polisi, tidak jauh dari tempat tinggalnya. Kasus penganiayaan yang dipicu cemburu itu, menurut Masrur, terus diusut. "Sejak tertangkap, tersangka hingga kemarin masih kita periksa secara intensif," paparnya. (G11-80s) |