
| Jumat, 2 April 2004 | Sala |
Tewas Tertimpa Belandar Rumah BaruSRAGEN- Malang nian nasib Wiryo Sumarto (60). Niatnya membangun rumah sudah terlaksana, namun korban warga RT 33 Dukuh Glagah, Kecamatan Tangen, itu malah tewas tertimpa bangunan yang baru saja dibangun. Saat musibah terjadi, turun hujan lebat di desa tersebut. ''Korban tertimpa kayu belandar dan tewas di lokasi,'' tutur saksi Yanem (45), kemarin. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, semula Selasa (30/3) pukul 07.00 Wiryo Sumarto menyelesaikan pekerjaan akhir mendirikan rumah berukuran 12 x 6 m, yang terbuat dari bambu dan kayu jati. Setelah semua genting terpasang, dia beristirahat sambil tiduran. Sekitar pukul 09.00 turun hujan lebat. Diduga kayu atap bangunan tidak mampu menyangga beban, sehingga bangunan sederhana itu runtuh. Kerangka kayu bangunan yang runtuh tersebut tepat menimpa tubuh Wiryo Sumarto. Ketiak itu korban berteriak minta tolong. Namun di sekitar lokasi rumah korban kebetulan sepi. Dia hanya ditunggui saksi Pariyem (50) dan Yanem (45). Selang 10 menit kemudian, saksi berhasil meminta bantuan para tetangga sekitar. Namun ketika puluhan warga berdatangan, korban sudah meninggal. Menurut keterangan, diduga konstruksi balungan atap rumah Wiryo tidak kuat menahan genting, sehingga saat hujan lebat runtuh. (nin-49s) |