logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Sala  
Line

Tak Segan Menginap di Rumah Penduduk

BANGUN pagi pukul 04.00 dan tilik desa merupakan kebiasan Bupati H Untung Wiyono. Tak jarang jika desa yang bakal dikunjungi cukup terpencil, dia tak segan menginap di rumah penduduk.

Konon karena sering jajah desa milangkori dan menggelar dialog subuh di pendapa, semua permasalahan di desa dan perkotaan bisa dituntaskan. Aspirasi masyarakat pun bisa diserap.

''Kalau Pak Bupati hadir, rakyat senang. Sebab kalau minta bantuan aspal atau sumbangan kas karang taruna langsung diberi,'' tutur perangkat Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, kemarin.

Perangkat desa yang kedatangan tamu pun tidak dipusingkan. Seusai acara dialog bersama warga, biasanya Bupati memanggil lurah. ''Pak Lurah suguhane enteke pira (Pak Lurah, hidangannya menghabiskan uang berapa),'' tanya Bupati.

Selanjutnya lembaran uang warna merah pun berpindah tangan. Upaya itu memang untuk menghindari keluhan para lurah, karena didatangi pejabat.

Ini berbeda dari masa Orba dulu. Jika lurah ikut lomba desa atau didatangi pejabat, mereka biasanya kerepotan karena harus menyediakan sejumlah dana untuk jamuan tamu.

Seusai lomba desa atau kunjungan pejabat, kepala lurah pun cekot-cekot. Namun Bupati H Untung menyadari, mayoritas rakyatnya yang berjumlah 890.000 adalah kaum petani dan buruh.

Persoalan yang dipertanyakan pun selalu menyangkut teknologi pertanian, harga gabah, padi organik, dan hama tanaman.

''Saya merasa sedih kalau mendengar harga gabah petani anjlok,'' tutur ahli konstruksi pengeboran minyak lepas pantai (off-shore) itu.

Tidak mengherankan jika setiap kali melakukan tilik desa, Bupati menyarankan petani menanam padi organik.

Selain produksi berasnya sehat dikonsumsi, harga padi organik yang diterima PD Perintis Alam Lestari (PAL), BUMD milik Pemkab yang dikelola Drs Sumarna MSi, ternyata harganya relatif lumayan. BUMD itu juga sering membeli gabah milik petani dengan harga standar sehingga tidak dipermainkan para tengkulak atau pengijon. Gubernur Jateng H Mardiyanto ikut membantu dana talangan untuk membeli gabah petani Rp 2 miliar.

Konsistensi H Untung memperjuangkan harga gabah tidak diragukan lagi. Ketika Presiden Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Bupati juga meminta agar impor beras dihentikan karena menyebabkan harga gabah lokal anjlok.

Di bidang prasarana jalan, H Untung paling jempol mengambil hati rakyat. Dalam tiga tahun masa jabatannya, dia membangun dua jembatan besar di Bengawan Solo sebagai penghubung antarkecamatan. (Anindito AN-49i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA