
| Jumat, 2 April 2004 | Sala |
Tunggu Dana Revitalisasi Tahap IIIKERATON SURAKARTA- Proses penataan kawasan Alun-alun Lor, baik bagian barat, timur maupun masalah PKL yang kian merebak di seputar jalan lingkar alun-alun, diakui membuat suasana tidak enak bagi Tim Teknis Revitalisasi Keraton. Paling tidak kondisi yang ada memunculkan kesan putus atau sepotong-sepotong, bahkan tidak kelihatan kesinambungannya hanya gara-gara jeda antara tahap-tahap proses pembangunan terlalu lama.
"Memang benar sejak hampir semua bagian rampung sekitar Lebaran (Oktober) tahun lalu, hingga kini nyaris tidak kelihatan secara fisik kelanjutannya. Itu yang bikin kami agak kurang enak. Kan bisa dinilai macem-macem. Realitasnya memang seperti itu. Khalayak tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," jelas KP Edy Wirabhumi, Koordinator Tim Teknis Revitalisasi Keraton, kepada Suara Merdeka, kemarin. Perihal kesan-kesan yang muncul dan realistas secara fisik itu, pimpinan Lembaga Hukum Keraton Surakarta (LHKS) yang ditunjuk untuk duduk sebagai koordinator tim teknis tidak bisa mengelak. Termasuk masalah rencana relokasi PKL yang sudah beberapa kali dibahas tetapi hingga kini belum terlaksana. Menurut menantu Sri Susuhunan Paku Buwono XII tersebut, yang terjadi selama ini bukan tiadanya kesinambungan atau tindak lanjut tahapan-tahapan proses revitalisasi. Melainkan tahapan itu sudah dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan dalam waktu cukup panjang, yaitu lebih dari empat bulan ini harus jeda. Sebab menunggu turunnya dana untuk membiayai tindak lanjut pekerjaan fisik revitalisasi. "Ya maklum, kalau terkesan agak lama tidak ada kegiatan. Proposal yang kami ajukan harus tertunda-tunda, karena pemerintah hingga kini baru sibuk dan terkonsentrasi ngurus pemilu. Mohon sabarlah, karena April ini dana tahap III revitalisasi bisa turun Rp 6 M," jelas suami GRAy Koes Moertiyah lagi. Di antara dana sebesar itu, lanjut kandidat doktor bidang hukum yang sedang menyelesaikan disertasinya di FH Undip (Semarang) tersebut, termasuk anggaran yang dialokasikan untuk membiayai relokasi PKL yang kini disorot Wawali J Soeprapto. Tidak disebutkan berapa jumlahnya. Tetapi KP Edy menyatakan relokasi dengan pengavelingan lorong Pasar Cendera Mata di barat Alun-alun Lor dan membangun prasarana dagang untuk kurang lebih 150 PKL, juga butuh biaya. "Itu pekerjaan yang terpaksa, tetapi harus dilakukan. Sebab relokasi sebenarnya tidak kami inginkan, mengingat itu tergolong mengkianati kesepakatan. Namun mau apa lagi? Belum ada solusi terbaik, tetapi semua seakan menekan kami agar membereskan sekarang juga. Ya sudah," katanya pasrah. (won-80s) |