logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Sala  
Line

Cemburu, Bunuh Teman Sendiri

KARANGANYAR-Setelah menyelidiki dan mengolah tempat kejadian perkara selama dua kali 24 jam sejak Selasa lalu, akhirnya Jumat lalu pukul 01.00 jajaran Reskrim Polres Karanganyar yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Suharyanto SH MH menangkap tersangka pembunuhan sadis Minggu (28/03) lalu.

Saliyun Ristanto (52), warga Karanganyar Kecil, Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, dibunuh di kawasan hutan wisata Gunung Bromo, Dusun Baladan, Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar Kota. Pembunuhan itu disaksikan dua kekasihnya, Watik (26) dan Ari (18) asal Desa Kemusu, Kedongombo, Boyolali. Tersangka Sugeng Riyanto (39) asal Wonogiri, yang belakangan tinggal di Gilingan, Solo, ditangkap di Losmen Sederhana, Tawangmangu, ketika berkencan dengan Watik.

Ditembak

Penangkapan yang diikuti Suara Merdeka, kemarin malam, berlangsung cukup seru. Meski digerebek enam polisi, tersangka yang berada di sebuah ruangan tanpa baju melawan dan berupaya kabur. Polisi menembak kaki kanan tersangka yang kabur saat diminta menunjukkan barang bukti.

''Saya bangga atas keberhasilan anak-anak menangkap pembunuh malam ini. Meski saya memberi tenggat satu minggu, anak-anak berhasil menangkap dalam tempo tiga hari,'' kata Kapolres AKBP Amrin Remico dalam perjalanan ke Karanganyar Kota dari Tawangmangu.

Pembunuhan itu dilatarbelakangi kecemburuan. Tersangka cemburu kepada Saliyun yang sering mengajak kencan Watik. Watik adalah pelacur yang kerap mangkal di Gilingan, dekat RRI Solo.

Minggu malam itu, pukul 21.00, tersangka meminta Saliyun mengantar dari Gilingan, Solo, pulang ke rumahnya di dekat hutan Gunung Bromo.

Mereka pergi bersama Watik dan Ari dengan mobil Suzuki Carry pinjaman. Setiba di Palur, Kecamatan Jaten, mereka berempat makan nasi goreng. Setelah kenyang mereka melanjutkan perjalanan.

Tiba di kawasan hutan tersangka tidak mengajak Saliyun ke rumahnya. Dia malah meminta mereka mampir ke kawasan wisata itu.

Karena tak tahu persis tempat itu dan tidak tahu maksud jahat tersangka, Saliyun menuruti permintaan tersebut. Demikian pula kedua saksi.

Setelah turun dari mobil dan berjalan beberapa puluh meter tersangka memukul tengkuk Saliyun dengan sepotong kayu. Saliyun roboh. Namun tersangka tetap memukul hingga empat kali. Semua pukulan mengenai kepala dan muka hingga kulit wajah Saliyun robek.

Pembunuhan itu dilakukan sekitar 10 m dari dua perempuan kakak-beradik yang sejak awal menyertai mereka. ''Setelah dia tak bisa bergerak, saya membungkam mulutnya dengan kain serban dan mengikat tangannya,'' kata Sugeng ketika diinterogasi polisi.

Setelah itu mereka bertiga melarikan diri ke Wonogiri. Watik bertanya kenapa Saliyun ditinggalkan sendirian. Namun tersangka menghardik dia agar diam. Mereka menginap semalam di Wonogiri, kemudian pindah ke Tawangmangu. (G8-49g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA