logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Sala  
Line

Penataan PKL Alun-alun Lor Dipertanyakan

  • Masih Terjadi Kemacetan

BALAI KOTA-Tindak lanjut rencana penataan PKL di sisi timur Alun-alun Lor dipertanyakan Wakil Wali Kota J Soeprapto, yang akrab disapa Pak Je.

Beberapa kali rapat koordinasi diadakan oleh Pemerintah Kota dan Keraton Surakarta sebagai pengelola sementara. Namun tak membuahkan aksi yang tegas di lapangan. Akibatnya, kini kawasan itu makin semerawut karena semua sudut dipenuhi pedagang kaki lima (PKL).

Berdasar pengamatan Suara Merdeka, PKL setiap hari bertambah. Sudut-sudut yang dulu kosong kini hampir tak bersisa. Kemacetan menjadi biasa di tempat itu lantaran badan jalan dipenuhi PKL dan sisanya untuk ngetem angkutan kota. Baru setelah menjelang siore lokasi itu terlihat lapang lantaran tenda pedagang telah dibersihkan.

Kondisi tersebut menuai keprihatinan Wakil Wali Kota J Soeprapto. Dia meminta instansi terkait segera mewujudkan rencana tersebut.

"Saya sangat setuju PKL di Alun-alun Lor ditertibkan. Jangan hanya rencana terus tanpa realisasi. Harus ada penegakan hukum secepatnya. Harus dibarengi ketegasan dan keberanian. Jangan lamban seperti sekarang," ujar dia.

Rencana penataan itu terbengkalai, kata dia, karena ada dualisme pengelolaan antara keraton dan pemerintah. Akibatnya, jika satu tak melangkah, langkah yang lain pun terhenti.

Alun-alun Lor merupakan kawasan strategis. Otomatis lokasi itu bakal jadi jujugan atau tempat tujuan orang yang ingin berdagang. Jika jadi ada orang datang ke Solo hanya mau menjadi PKL seharusnya tidak dibiarkan. Dia memahami Alun-alun Lor merupakan pusat ekonomi kerakyatan. Namun jika sudah disalahgunakan dan terjadi keruwetan harus ditindak.

Dalam catatan Suara Merdeka, beberapa langkah telah diambil tim penataan PKL yang terdiri atas Dinas Tata Kota, Kantor Pengelolaan PKL, Satpol PP, dan Koordinator Tim Teknis Revitalisasi Keraton.

Misalnya, pendataan PKL di seputar Alun-alun Lor dan pemetaan lahan di Pasar Cendera Mata, lokasi bakal relokasi PKL. Namun setelah itu belum ada tindak lanjut.

Kepala Kantor Pengelolaan PKL Bambang Santosa SH MH menuturkan masih mencari waktu yang efektif untuk menata. Sekarang masih suasana pemilihan umum.

"Kami masih menunggu kordinasi lebih lanjut dengan keraton, karena koordinatornya Pak Edy (KP Edy Wirabhumi SH MH, Koordinator Tim Teknis Revitalisasi-Red)," ujar dia.

Menanggapi rencana penataan menunggu pemilihan umum usai, Pak Je menyatakan tidak setuju. Meski mendekati pemilihan umum, penertiban tetap perlu dilakukan.

"Tak perlu menunggu selesai pemilu. Penertiban harus segera dilaksanakan. Pemilu ya biarkan saja. Memang kalau pemilu kenapa? Tidak usah mengkhawatirkan pemilu untuk menertibkan PKL," tandas dia.(G18-80g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA