
| Jumat, 2 April 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Konvoi, 2 Simpatisan Golkar Kecelakaan
SLAWI- Kampanye hari terakhir di Kabupaten Tegal kemarin diwarnai kecelakaan yang menimpa dua simpatisan Partai Golkar saat mereka konvoi di jalan pedesaan. Kejadian itu berawal ketika ratusan anak muda simpatisan partai itu yang naik sepeda motor arak-arakan melewati jalan desa di wilayah Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru. Jalur yang sempit memaksa pengguna jalan harus hati-hati, apalagi ketika berpapasan rombongan massa parpol yang sedang kampanye. Sekitar pukul 14.00 tiba-tiba terdengar benturan keras di jalan itu. Dua simpatisan parpol berlambang pohon beringin itu terjatuh setelah sepeda motor berbenturan dengan colt pikap. Kedua korban hanya luka ringan. Mereka adalah Tarmudi (22) yang berboncengan Honda Grand G-4681-CE dengan Waripin (30) warga RT 3 RW 3 Desa Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Adapun colt pikap L-300 G-8432-G, dikemudikan Zaenal Arifin (36) warga RT 7 RW 2 Desa Kedung Bokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Kampanye hari terakhir partai itu berlangsung di Lapangan Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang. Lokasi kampanye di kawasan itu merupakan bentuk sanksi KPU yang dijatuhkan kepada Partai Golkar. Sebelumnya, parpol itu mengusulkan agar diperbolehkan menggelar kampanye di Margasari. Macet Total Meski demikian tidak menyurutkan ribuan simpatisan untuk tetap berbondong-bondong datang dan memadati Lapangan Desa Randusari. Bahkan kampanye kemarin membuat jalur alternatif Jatibarang (Kabupaten Brebes)-Margasari (Kabupaten Tegal) macet total. Akibatnya jurkam nasional Fahmi Idris dan Renny Jayusman saat akan masuk dan keluar arena kampanye terjebak kemacetan. Di hadapan ribuan simpatisan, Fahmi Idris mengangkat tema nasional soal korupsi, kemiskinan, dan krisis ekonomi. Dia berjanji jika partai berlambang pohon beringin menang dalam Pemilu 2004, kondisi perekonomian masyarakat akan jauh lebih baik. Masalah yang sama juga didengungkan Renny Jayusman. Wanita yang dandanannya penuh asesoris itu mengajak massa kuning-kuning untuk memenangkan partainya dalam pemilu mendatang. Meski berpredikat sebagai rocker, dia tak melantunkan lagu berirama jenis itu. Justru lagu berirama dangdut yang dia nyanyikan. Massa yang kepanasan pun berjingkrak girang, tapi mereka tetap kepanasan dan akhirnya minta disemprot air. Semprotan air petugas pemadam kebakaran sempat mengenai artis dan sejumlah jurkam yang berada di panggung. Demikian pula saat air disemprotkan ke bawah, justru mengenai anak-anak yang kegirangan kecipratan air. Bahkan tak diduga, beberapa anak dan remaja terpental dan jatuh lantaran semprotan deras dari alat pemadam kebakaran yang mengenai dada mereka. Petugas tampak grogi dan cepat mematikan aliran air. (D12-83) |