
| Jumat, 2 April 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pedro: Jika Menang Berantas KorupsiSEMARANG - Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah Soejatno Pedro HD menyatakan, jika partainya menang maka tak akan main-main dalam memberantas korupsi. Selain itu akan mengadakan regulasi secara komprehensif di bidang hukum, sehingga benar-benar tidak sulit dalam menindak para koruptor. Hal itu diungkapkan menjawab pertanyaan Suara Merdeka usai menghadiri kampanye dialogis di Gedung Pascasarjana kompleks Undip Jl Imam Barjo SH, Rabu lalu. Kampanye dialogis yang dibuka Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc dan dimoderatori dosen Undip Darmanto Jatman SU itu dihadiri sejumlah mahasiswa dan diikuti Partai Golkar, PKB, PBB, PDI-P dan Partai Patriot Indonesia. Menurut Pedro, hukum di Indonesia masih belum ke asas legalitas, tetapi asasnya oportunitas. Artinya, kalau legalitas, siapa pun yang melanggar hukum harus dijerat, artinya dibawa ke pengadilan, jika tidak dijerat maka penegak hukum sendiri yang dijerat. Kalau asas oportunitas penegak hukum akan mengesampingkan perkara demi kepentingan umum. Soejatno Pedro menilai, penegakan hukum sekarang amburadul, bahkan makin jauh dari kebenaran dan keadilan. Bahkan ada yang mengatakan hukum sedang tidur. Sehingga ada penilaian para penegak hukum sedang terlena dengan harta dan tahta. Ketika ditanya bagaimana solusinya, mantan Direktur Pelaksana Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng itu mengatakan, masyarakat harus bisa menemukan pemimpin yang tangguh, andal, dan mumpuni, di samping jujur dan memiliki prinsip yang teguh dan mampu memperbaiki keadaan. "Yang jelas orangnya memiliki sikap tegas dan tanpa kompromi serta dapat menjadikan hukum sebagai panglima." Mafia Peradilan Menurut dia, berbagai kasus yang menyangkut kerugian negara yang sangat besar tidak berhasil diselesaikan. Karena mafia peradilan telah menjadi rahasia umum yang keberadaannya sangat dirasakan masyarakat. "Berbagai lembaga penegak hukum yang dibentuk oleh negara belum sepenuhnya menunjukkan kinerja yang sesuai dengan harapan masyarakat." Karena itu, jika Partai Golkar menang, program jangka pendek akan melakukan tindakan awal pemberantasan KKN serta melakukan perubahan sistem penegakan hukum yang feodalistik. "Sebab pemberantasan KKN berkaitan erat dengan penegakan hukum, keduanya keberhasilannya sangat ditentukan oleh keteladanan seorang pemimpin yang berdisiplin tinggi, konsisten dan konsekuen." Undip mengadakan kampanye dialogis sudah empat kali, terakhir dengan tema pemberantasan KKN dan penegakan hukum. Tema-tema kampanye dialogis selain mengangkat persoalan pemberantasan KKN dan penegakan hukum, juga peningkatan kesejahteraan rakyat, pemantapan pendidikan dan otonomi daerah. Para moderatornya selain Rektor Undip juga Prof Sudharto Hadi MES PhD, Drs Teguh Yuwono dan Drs Darmato Jatman SU. (E1-78) |