
| Jumat, 2 April 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Parlemen Australia Puji Transparansi KPUJAKARTA- Parlemen Australia bersimpati pada pelaksanaan persiapan Pemilu 2004 di Indonesia. Mereka sangat memuji transparansi KPU dalam pelaksanaan persiapan Pemilu 2004. Diharapkan, Pemilu 2004 Indonesia bisa berjalan sukses. Demikian disampaikan juru bicara rombongan Parlemen Australia, Ruth Webber, di akhir kunjungan mereka ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Jakarta kemarin. Rombongan Parlemen Australia tersebut berjumlah sembilan belas orang. Dua di antaranya adalah anggota parlemen, Natasha Stott Despoja dan David Johnston. Sisanya para perwakilan partai di Australia dan staf parlemen Australia. Delegasi diterima oleh Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin yang didampingi Anggota KPU Hamid Awaludin dan Mulyana W Kusumah. Mereka datang ke KPU untuk mengetahui persiapan pelaksanaan pemilu di Indonesia. Beberapa pertanyaan yang diajukan delegasi kepada KPU, dijawab dengan cukup lugas dan detail oleh Nazaruddin. Berbagai Persoalan Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan rombongan Parlemen Australia ini, meliputi berbagai persoalan yang dihadapi KPU dalam mempersiapkan Pemilu 2004. Di antaranya soal kesulitan yang dihadapi dalam proses pencetakan surat suara, pelaksanaan pemilu di daerah, dan besar biaya yang dikeluarkan KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2004. Rombongan Parlemen Australia ini juga menanyakan dana bantuan dari negara-negara donor serta penggunaannya. Bahkan ada di antara mereka yang meminta penjelasan mengenai perubahan undang-undang dalam pelaksanaan Pemilu 2004. Hal itu dijawab Nazaruddin, tidak ada perubahaan UU. KPU, hanya berupaya maksimal menjalankan persiapan penyelenggaraan pemilu. Nazaruddin menyatakan, apa yang disampaikan kepada rombongan Parlemen Australia sama dengan yang selalu disampaikan KPU kepada publik melalui media, juga pada berbagai pertemuan dengan LSM, tokoh masyarakat, dan pengamat politik. Menanggapi penjelasan ketua KPU tersebut, rombongan Parlemen Australia melalui juru bicaranya, Ruth, menyatakan puas. "Kami sangat berterima kasih dengan transparansi KPU. Kami berharap Pemilu 2004 di Indonesia bisa berjalan sukses," katanya. (bn-87i) |