logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Bila Tak Serentak PAN Akan Menuntut

SEMARANG- Pemilu 2004 semestinya dilakukan serempak di seluruh Indonesia pada 5 April. Apabila ada pemilu susulan, dikhawatirkan membawa pengaruh psikologis terhadap pemilih yang melaksanakan pemilu setelah hari itu.

Karena itulah, Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak kepada KPU untuk menggelar pemilu sesuai dengan jadwal semula. Wakil Sekjen DPP PAN Alvin Lie Ling Piao menegaskan, partainya akan menuntut KPU baik secara hukum maupun secara politis. ''Bila pelaksanaan Pemilu 2004 tidak tepat waktu, kami akan menempuh jalur hukum kepada KPU. Ketidakserempakan jadwal pemilu jelas akan ada yang dirugikan. Sebab, saat itulah akan muncul indikasi-indikasi kecurangan pelaksanaannya,'' ungkapnya di sela-sela kampanye hari terakhir di lapangan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang, Kamis (1/4).

Kampanye tersebut akan dihadiri Ketua DPP HM Amien Rais. Namun, dia batal hadir lantaran kecapaian setelah berkampanye di berbagai daerah di Tanah Air. Massa partai berlambang matahari bersinar itu memadati lokasi kampanye yang dimeriahkan hiburan musik dangdut dengan penyanyi lokal.

Berusaha Gagalkan

Alvin menduga, ada pihak-pihak yang sengaja berusaha menggagalkan pelaksanaan pemilu. Indikasinya terlihat pada proses distribusi dan proses pembuatan logistik, seperti surat suara, banyak terdapat kerusakaan dan keterlambatan pengiriman logistik pemilu ke daerah-daerah. ''Masyarakat sudah bisa melihat gejala-gejala itu di lapangan. Banyak surat suara yang cacat ataupun belum menerima kiriman surat suara,'' ungkapnya.

Apabila pemilu tidak dilaksanakan pada 5 April, PAN secara tegas menolak penggunaan perpu sebagai payung hukum. Dia berpendapat, perpu lebih rendah derajatnya daripada undang-undang. ''Tidak pada tempatnya menggunakan perpu untuk melakukan perbaikan UU Pemilu. Kami memandang payung hukum yang layak hanya amandemen UU Pemilu yang diproses lewat rapat paripurna luar biasa DPR RI,'' tandasnya.

Kampanye putaran terakhir Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) diakhiri dengan pencopotan atribut partai itu. Simpatisan dan kader partai tersebut memulai pencopotan atribut partai dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal sampai rumah masing-masing. (G1,G5,wid-83j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA