logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

PKP Belum Bicara soal Capres

MAGELANG- Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia belum bicara soal capres. Partai yang berdiri dan bergerak serta dibangun dengan gotong royong ini mengutamakan kepentingan bangsa.

''Bukan untuk kepentingan golongan ataupun kelompok. Karena itu, kami belum bicara soal calon presiden,'' kata pendukung nasional PKP Indonesia Try Sutrisno kepada wartawan, sebelum bertemu dengan para kader dan simpatisan partai berlambang garuda merah putih bernomor 10 di GOR Samapta Magelang, kemarin.

Di tengah situasi sulit seperti sekarang, yang utama adalah memperjuangkan kepercayaan rakyat. Perlu diketahui, PKP tidak punya apa-apa. Partai ini dibangun, digerakkan, dan didirikan secara gotong royong.

''Untuk itu, saya ingin berjuang bersama PKP Indonesia hingga akhir hayat,'' ungkapnya sambil menekankan, dengan demikian perjuangan tidak terbatas pada masa bakti yang terbatas hanya lima tahun.

Menjawab pertanyaan dukungan capres, dia memaparkan, siapa saja yang dicalonkan akan didukung. Muda atau tua sama saja, yang penting mampu membawa bangsa ini keluar dari berbagai macam kesulitan.

Saat disinggung soal dirinya sebagai capres dan pendampingnya, Try menegaskan, yang tua harus tahu diri. Dan soal pendampingnya, dia menyatakan bisa siapa saja asal dapat diajak kerja sama akan menjadi mitra untuk membangun bangsa menuju ke kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

''Yang tua tidak mutlak harus tampil, meski banyak pengalamannya. Kehadirannya bisa menjadi pembimbing dan marilah kita berpikir bersama. Bagaimana bangsa ini bisa segera keluar dari kesulitan,'' paparnya.

Soal pertemuannya dengan Sri Sultan di Yogyakarta, dia menjelaskan, hanya silaturahmi. Ini sesuai dengan adat bangsa untuk saling berkunjung. "Apalagi, kedatangan saya ke Jateng lewat Yogya. Tidak salah kan kalau mampir."

Dengan demikian, kunjungan itu hendaknya tidak diartikan yang bukan-bukan. Siapa saja boleh bertemu dengan sesama anak bangsa. Tidak ada larangan untuk saling berkunjung dan membicarakan sesuatu yang baik sebagai bumbu kangen.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pemilu yang sudah ditetapkan pada 5 April harus bisa dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai waktu yang ditetapkan terganggu karena masalah teknis.

Yang penting, ujarnya, berbagai pihak harus siap. Jangan sampai muncul pemilu susulan yang akan memengaruhi nilai semangat warga dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan. ''Yang namanya susulan akan berdampak pada hasil yang tidak diharapkan bersama. Karena itu, yang terpenting mencari jalan keluar teknis pengiriman logistik agar tepat waktu.''

Di hadapan para kader PKP Indonesia, Try Sutrisno menjelaskan, keadilan dan persatuan merupakan perjuangan partai. Karena itu, kader partai itu harus mampu tampil sebagai contoh pemersatu bangsa. (E4-78j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA