logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Pendukung SBY Macetkan Jalur Ungaran

UNGARAN- Kampanye putaran terakhir di Kabupaten Semarang membawa musibah. Seorang simpatisan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) patah tangannya. Sementara itu, ribuan pendukung SBY memacetkan arus lalu lintas Ungaran-Ambarawa.

Peristiwa yang menimpa simpatisan PNBK bermula ketika massa partai itu mengikuti kampanye terbuka di alun-alun mini Jl A Yani, Ungaran dengan menampilkan jurkam nasional yang juga Ketua Umum PNBK Eros Djarot.

Untuk acara selingan, panitia menyuguhkan atraksi barongsai dari grup Gedungbatu, Semarang. Seorang pemain yang bernama Agus, melakukan atraksi di atas kursi lipat, tetapi tiba-tiba terjatuh. Tubuh korban terpelanting ke tanah. Penonton mengira peristiwa itu merupakan bagian dari atraksi, sehingga mereka justru bertepuk tangan.

Setelah Agus tidak bisa bangun dan rekan-rekan pemain barongsai memberikan pertolongan, penonton baru mengetahui kalau pemain barangsai itu kecelakaan. Setelah diperiksa, ternyata tulang tangan kiri Agus patah. Panitia selanjutnya membawanya ke rumah sakit.

Macet

Sementara itu, ribuan massa sejak pagi sudah memasuki kota Ungaran untuk mengikuti orasi politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Lapangan Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jateng. Tak pelak lagi, iring-iringan ribuan sepeda motor dan ratusan mobil mengakibatkan lalu lintas sepanjang Ungaran-Ambarawa macet total.

Tanda-tanda kemacetan dirasakan sekitar pukul 10.00. Sebab, jalur Ungaran-Ambarawa mulai dipadati pendukung SBY. Bahkan, ratusan mobil dari Semarang beriringan memenuhi jalan itu. Ketika konvoi itu memasuki depan Pasar Ungaran, arus lalu lintas pun tersendat.

Banyak pengemudi kendaraan ternyata kurang sabar dan nekat menyerobot jalur kanan. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi semrawut. Makin siang, jumlah pendukung SBY makin bertambah banyak, dan kemacetan pun bertambah parah.

Para kader dan simpatisan SBY juga banyak yang tidak masuk ke Stadion Wujil, Bergas. Mereka lebih suka memarkir kendaraannya di sepanjang Jl Diponegoro, padahal jarak ke Stadion Wujil masih sekitar 8 km. "Kami nggak bisa ke Wujil, karena terjebak macet sejak pukul 12.00," kata seorang kader Partai Demokrat asal Semarang.

Dalam orasi politiknya, SBY berjanji akan membawa Indonesia lebih baik lagi dari pada saat ini dengan cara damai dan tanpa kekerasan. Untuk itu, dia berjanji akan memberantas koruptor yang merugikan negara.

Adapun Eros Djarot saat berorasi banyak menyoroti soal kebijakan pemeritahan Orde Baru dan pemerintahan Megawati. "Pemerintahan sekarang ini tak ubahnya sebagai pemerintahan lanjutan Orde Baru," tandasnya.(D14-83k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA