logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Tukang Parkir Keluhkan Setoran Dobel

  • Kartu Setoran Resmi Disita Preman

SEMARANG- Sejumlah tukang parkir di Kota Semarang kemarin mengeluh ditarik setoran dobel. Selain wajib menyetorkan pendapatan ke Unit Pelaksana Perparkiran Dinas Perhubungan 70%, mereka juga masih dimintai setoran oleh koordinator lapangan yang lama.

''Korlap datang dengan membawa preman, bahkan dia merampas kartu setoran resmi,'' ungkap KS (50), tukang parkir di Semarang Tengah.

Tukang parkir di lokasi lain juga mengaku mendapat perlakuan yang sama dari para bekas koordinator. Mereka mengharapkan, Pemkot memenuhi janjinya untuk melindungi para tukang parkir yang telah memiliki SK Wali Kota.

''Pemkot jangan hanya minta setoran, tapi nasib kami di lapangan harus di perhatikan,'' ujar seorang tukang parkir yang enggan di sebutkan namanya.

Dia meminta identitas dan lokasi kerjanya dirahasiakan karena benar-benar takut terhadap ancaman para ''penguasa'' parkir lama.

''Mereka bilang, apa pun caranya kami harus tetap membayar setoran,'' kata dia menirukan ancaman para preman tersebut.

Jika tidak membayarkan setoran, dia diancam akan diusir dari tempat kerjanya. ''Kalau sampai diusir dari sini, saya akan bekerja di mana lagi?'' keluhnya.

Pendapatannya sebagai tukang parkir hanya Rp 12.000 - Rp 15.000 per hari. Itu pun masih harus dipotong setoran ke UP Perparkiran.

Jika dipaksa terus menyetor kepada koordinator lama, dia tidak dapat membayangkan berapa pendapatan yang bisa dibawa pulang.

Kendati perda baru sudah mulai diberlakukan, para tukang parkir belum mendapatkan karcis baru yang diporporasi Pemkot. Untuk sementara waktu, mereka masih menggunakan karcis lama.

''Kami belum mengetahui kapan karcis baru diberikan,'' ungkap seorang tukang parkir di Jalan Imam Bardjo.

Selain belum menerima karcis baru, sejumlah tukang parkir juga belum memperoleh seragam baru. Sebagai bukti mereka terdaftar di Dinas Perhubungan, para tukang parkir itu menyematkan kartu tanda anggota di seragam lama mereka. (nik-84j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA