logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 2 April 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pendukung Golkar Menyemut di Jalan

BREBES - Ny Hj Sri Waryanti, istri almarhum H Moch Tadjoedin Noeraly (mantan Bupati Brebes), kemarin menemui pendukungnya dalam kampanye putaran terakhir Partai Golkar di Stadion Karangbirahi. Caleg DP 9 Jateng dari Golkar itu banyak dielu-elukan massa pendukungnya. Dia juga didaulat untuk menyanyi dangdut dan menyumbangkan lagu "Cucak Rowo".

Syair lagu yang dinyanyikan wanita yang punya panggilan sehari-hari Ny Anti itu sudah dipoles berupa ajakan supaya tidak lupa mencoblos partai berlambang pohon beringin. Kucoba-coba membeli kain, kain kubeli dipakai tikar. Kucoba-coba pilih yang lain, namun hatiku tetap pilih Golkar. Syair tersebut ternyata dinyanyikan dengan merdu sehingga spontan mengundang sambutan meriah massa yang menguning.

Dalam kampanye putaran terakhir, Golkar tampak memperlihatkan kebesarannya. Berpuluh-puluh truk dan mobil pikap pengangkut massa mengalir dari berbagai penjuru sehingga lokasi parkir depan stadion penuh sesak. Bahkan di seputar GOR Sasana Bhakti Adi Karsa, Jl MT Haryono, Jl Setia Budhi, dan Jl Yos Sudarso sarat dengan kendaraan.

Massa mengalir sejak pukul 10.00 dan orasi politik dari jurkamnas dimulai tepat pukul 12.00. Antara lain tampil Fahmi Idris, Mujib Rochmat, kemudian jurkam provinsi Drs H Iqbal Wibisono MM, dan Ny Hj Sri Waryanti Tadjoedin.

Kembalikan Kemenangan

Fahmi Idris dalam orasi politiknya mengajak massa untuk tetap bersatu menyukseskan kemenangan Partai Golkar. "Saudara ingin menang atau tidak?" tantang Fahmi.

Kata-kata itu disambut massa yang memadati Stadion Karangbirahi dengan kata-kata "Ingin Menang."

Fahmi membeberkan, Golkar ingin merebut kembali kemenangan dalam Pemilu ini karena ingin memperbaiki nasib orang kecil. Sebab kenyataan sekarang, petani bawang ataupun petani lainnya sama sekali tidak dapat menikmati harga yang sepadan dengan keringat yang mereka cucurkan. Keadaan yang sama juga dialami nelayan, harga jual ikan selalu rendah sehingga mereka tidak dapat menikmati keuntungan untuk menyejahterakan keluarga mereka.

Melihat kondisi seperti itu Fahmi mengajak seluruh kader dan simpatisan partai untuk merebut kembali apa yang pernah diraih Golkar pada masa yang lalu. Sebab dengan kemenangan itulah Golkar akan bisa banyak berbuat untuk mengangkat kehidupan kalangan bawah yang dulu pernah dirasakan bersama.

Untuk mempersiapkan kemenangan itu, Golkar sudah menyiapkan kader yang cakap untuk memimpin bangsa ini. Bahkan kader yang disiapkan itu adalah kader yang kelak akan menyelesaikan berbagai persoalan yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia.

PPD Dangdutan

Sedangkan di Tegal, kampanye terbuka putaran terakhir Partai Persatuan Daerah (PPD) berlangsung di alun-alun. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 itu sebagian waktu dimanfaatkan untuk menggelar hiburan musik dangdut. Simpatisan dan kader yang berkerumun di depan panggung hanyut dalam mendengarkan lagu-lagu. Menariknya, dalam kegiatan itu sebagian terdiri anak-anak yang asyik berjoget.

Ketua PPD, Moh Yunus mengatakan, dalam kampanye kali ini hadir sebagai jurkam Setya Hariana dan Gendon Hartono dari pusat. Menurut dia, kampanye dengan musik dangdutan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dan mengenal PPD sebagai partainya orang-orang daerah.

Sedangkan para jurkam menyampaikan visi dan misi dari partai berlambang payung tersebut yang siap menyampaikan aspirasi daerah ke pusat. ''Kami siap memberi solusi apa yang menjadi persoalan daerah untuk disampai ke tingkat pusat. Sudah saatnya daerah diperhatikan oleh pemerintah pusat,'' katanya. (wh, G12-17n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA