| INDEKS BERITA HARI INI | Jumat, 26 Maret 2004 |
|
Bush Tidak Serius Perangi Terorisme
NEW YORK - Di tengah gembar-gembor dan jargon-jargon memerangi terorisme di seluruh dunia yang dikomandoi AS, Presiden George W Bush justru dituduh tidak serius memerangi terorisme. Tuduhan itu dilontarkan Richard Clarke, mantan koordinator Kontra-Terorisme Ge-dung Putih, Rabu waktu Washington, dalam keaksian hari kedua di hadapan Komisi Independen Investigasi Serangan 11 September 2001. |
FOKUS Kredibilitas Presiden AS pun Dipertaruhkan WASHINGTON - Mulai saat Richard Clarke duduk di kursi saksi, kredibilitasnya sedang diadili, dan putusan pengadilan itu mungkin sangat memengaruhi prospeks terpilihnya kembali Presiden Bush. "Kepada mereka yang berada di ruang ini, mereka yang menyaksikan televisi, pemerintah kalian telah melalaikan kalian," |
|
|
Singapura Basmi Tikus Pakai Alat Canggih
SINGAPURA - Pemerintah Singapura akan menggunakan kamera inframerah dan kamera closed-circuit, dalam upaya baru membasmi sekitar 13.000 tikus di negara kota itu, lapor media setempat, Kamis. |
Cari Muka Dunia Barat, Libia Kecam Al Qaedah
TRIPOLI - Libia menyebut Al Qaedah sebagai "hambatan nyata untuk maju", ketika PM Inggris Tony Blair melakukan kunjungan bersejarah ke Tripoli guna menemui Muammar Gaddafi, Kamis kemarin. |
|
|
Abdullah Abaikan Pengaduan
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi tidak mengindahkan pengaduan kelompok HAM dan oposisi, tentang pemilu Minggu lalu (yang dimenangi secara mutlak oleh koalisi multietnis Barisan Nasional yang dia pimpin). |
Resolusi Kutuk Israel Terancam Veto AS
MOSKWA - Rusia, anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB yang punya hak veto, ingin resolusi yang mengutuk pembunuhan Israel terhadap pemimpin Hamas Syekh Ahmed Yassin disahkan dengan suara bulat, kata seorang diplomat, Kamis kemarin. |
|
|
Tingkat Bunuh Diri Serdadu AS di Irak di Atas Rata-rata
WASHINGTON - Kasus bunuh diri di kalangan serdadu AS di Irak, jauh melebihi angka rata-rata di tubuh US Army (AD AS). Dan para pakar yakin, lebih banyak spesialis kesehatan jiwa perlu dikirim ke Irak. Namun para pakar itu mengatakan Kamis kemarin, Tim Penasihat Kesehatan Jiwa US Army yang terdiri atas 12 orang, meliputi psikiater, psikolog, pekerja sosial, dan pakar stres, tidak menganggap angka bunuh diri di Irak itu sudah dalam fase krisis. |
||