
| Jumat, 26 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Dana Kenaikan Gaji DPRD Belum DianggarkanBALAI KOTA- Rencana kenaikan gaji pemimpin dan anggota DPRD Kota Semarang disambut dingin oleh sejumlah anggota DPRD. Sebab, anggaran untuk membayar gaji itu sampai sekarang belum dialokasikan dalam APBD 2004. Hal itu diakui Drs Fathur Rahman, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kamis (25/3) kemarin. Dia menyatakan penerbitan Surat Keputusan Mendagri Nomor 161/3211/SJ tentang Pedoman tentang Kedudukan Keuangan Pemimpin dan Anggota DPRD tertanggal 29 Desember 2003 terlambat. ''Sebab, keputusan itu terbit setelah APBD 2004 Kota Semarang ditetapkan DPRD. Jadi mungkin nasib anggota DPRD kurang baik. Padahal, daerah lain sudah melaksanakan SK itu,'' kata dia. Rencana kenaikan gaji pemimpin dan anggota DPRD Kota Semarang, kata dia, masih merupakan wacana. Jadi harus melalui proses normatif dan prosedural di DPRD. ''Masalahnya, apakah sudah digodok di panitia rumah tangga? Kalau sudah digodok pun saya tentu tahu kenaikannya. Namun sampai sekarang saya belum tahu,'' tutur anggota Fraksi Gabungan dari Partai Persatuan Pembangunan itu. Akan Ditolak Anggota Komisi D DPRD Kota, AY Sujiyanto SAg, menyatakan belum tahu-menahu rencana kenaikan gaji itu. Akan tetapi jika benar-benar dinaikkan, dia akan menolak. ''Saya tak ingin gaji naik, sementara rakyat makin miskin,'' ujar dia. Untuk menaikkan gaji, kata dia, tentu harus mengambil dana dari APBD Kota Semarang dan itu kembali membebani rakyat. Jadi lebih baik dana yang akan dipakai membayar kenaikan gaji dipakai untuk kepentingan rakyat. ''Misalnya, untuk bantuan korban demam berdarah, subsidi pendidikan, kesehatan, bantuan sarana dan fasilitas umum yang masih dibutuhkan rakyat.'' Apakah rencana kenaikan gaji pemimpin dan anggota DPRD membuat gaji Wali Kota juga dinaikkan? Drs Fathur Rahman menyatakan kalaupun naik tentu ada aturan yang dikeluarkan Mendagri. ''SK yang sekarang hanya untuk anggota dan pemimpin DPRD,'' ujar dia. Sumber di kalangan DPRD menyebutkan, ada kelaziman bila gaji Ketua dan anggota DPRD naik, gaji Wali Kota juga naik. Sementara itu Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE tak bersedia mengomentari soal itu. ''Saya buru-buru ke bandara menjemput Bu Mega,'' tutur dia, saat dicegat seusai dialog dengan guru SD se-Kota Semarang. (G17,H1-84g) |