logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 26 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

38% Kru Bus dan Truk Idap Raja Singa

SEMARANG-Griya ASA Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Semarang menemukan 38% dari 80 pengemudi dan kru bus maupun truk mengidap penyakit Raja Singa atau Ghonorheae (GO) dalam pemeriksaan yang dilakukan selama Januari-Februari 2004.

Ini terungkap dalam sosialisasi Klinik Griya ASA PKBI bertema ''Memutuskan Rantai Penularan HIV/AIDS dengan Semangat Kebersamaan'', di Resosialisasi Sunan Kuning, Kamis (25/3). Menurut Manajer Program Hendra Susila Adi SSos MSi, sipilis dan GO adalah jenis penyakit infeksi seksual menular (IMS) yang sering muncul pada masyarakat yang berisiko tinggi. Hal ini disebabkan masyarakat yang berisiko tinggi tersebut enggan memakai pelindung yang dianjurkan. ''Kesadaran pekerja seks komersil (PSK) justru mulai naik, meski tingkat pemakaian kondom belum begitu banyak,'' katanya.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti wakil dari pelacur, PNS, mahasiswa, Polri, LSM, nelayan dan buruh tersebut Hendra mengatakan, para pelacur memiliki posisi tawar yang rendah di hadapan konsumen menjadi kendala sendiri bagi PKBI untuk mengurangi penyebaran penyakit ini. ''Banyak yang takut kehilangan pelanggan dan munculnya pemahaman memakai pelindung menjadi sakit dan lebih lama dalam melayani,'' imbuhnya.

Selain itu, hasil penelitian ASA PKBI Kota Semarang menunjukkan ada peningkatan tiap tahun terhadap penderita IMS dan HIV/AIDS di Kota ATLAS ini. Tahun 1999 kasus sipilis tercatat 47 kasus dan meningkat 63 kasus setahun kemudian. Kasus ini juga mengancam masyarakat yang berisiko rendah.

Menjadi Tamu

Menurut koordinator klinik dr Dwi Yoga Yulianto, masyarakat yang berisiko tinggi terhadap IMS ternyata tidak hanya kru truk, bus, karyawan pabrik, dan nelayan. Namun juga mahasiswa, PNS dan TNI/Polri. ''Kita semua terutama yang pria berisiko tinggi terhadap penyakit seksual ini,''katanya.

Menurut salah satu pengurus PKBI, pelanggan resos Sunan Kuning sangat beragam. ''Terbesar adalah PNS karena mereka ada semacam discount tertentu, disusul mahasiswa dan TNI/Polri,'' katanya tanpa mau merinci berapa persentasenya dan meminta namanya tidak disebut. Sedang jumlah penghuni resosialisasi Sunan Kuning sampai Maret ini sebanyak 535 orang yang melayani tamu dari pukul 09.00-23.00.

Griya ASA sudah dua tahun ini melayani pemeriksaan IMS secara gratis untuk untuk PSK maupun masyarakat luar. Griya ini dilengkapi dengan ruang konseling, ruang pemeriksaan, dan laboratoriun. Sedang tenaga medis masing-masing satu orang tenaga dokter, bidan, perawat dan analis. Diakhir acara para peserta dipersilakan melihat-lihat kelengkapan Griya ASA. (wid-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA