
| Jumat, 26 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Tauco, Bumbu Khas Swike PurwodadiBERTANDANG ke suatu kota ataupun obyek wisata rasanya belum lengkap tanpa menikmati makanan khasnya. Begitu pula jika Anda berkunjung ke Kabupaten Grobogan. Kota Bersemi tersebut dikenal sebagai gudangnya swike atau makanan dengan menu utama dengan bahan dasar kodok hijau. Buktinya, di beberapa tempat di Indonesia acap kali kita jumpai sebuah rumah makan swike dengan embel-embel asli Purwodadi. Jadi jangan heran jika banyak orang yang mencatut nama Purwodadi dalam bisnis tersebut. Padahal, belum tentu pemilik warungnya atau tukang masaknya asli Purwodadi. Suwikyo (47), karyawan swasta mengatakan, sejak bujang dirinya menggembari swike, selain rasanya enak juga bergizi tinggi. Lelaki asal Manahan, Solo itu setiap kali melewati Kota Purwodadi selalu menyempatkan diri untuk mencicipi makanan tersebut. Tak jarang dia juga membawa pulang buat oleh-oleh istri dan anaknya di rumah. "Sejak kecil saya menggemari makanan ini, terlebih buatan Purwodadi," ujarnya. 30 Kg Menurut Yeni (16), penjual swike di salah satu sudut Kota Purwodadi, yang terpenting memasak swiketersebut adalah tauco-nya (bumbu khusus swike). Selain swikeberkuah, dia juga menjual swike goreng, pepes swike, dan keripik kulit kodok. "Saya membeli kodok tersebut sudah dalam keadan bersih, antara badan, kulit, dan kepalanya sudah disisihkan," katanya. Setiap harinya warungnya 30 kg kodok habis terjual . "Saya membuka warung pukul 10.30 dan tutup sekitar tengah malam." Yeni mendapatkan kodok yang telah dibersihkan dari para pedagang yang rutin mengirimkan kodok tiap hari. "Ada juga pemburu kodok yang langsung dibawa ke sini, tapi saya maunya yang telah dibersihkan," jelasnya. Menurut dia, paling susah mendapatkan kodok hijau dimusim kemarau. Untuk itu, dia harus mendatangkan kodok dari luar daerah Purwodadi. "Di beberapa tempat sudah ada yang beternak kodok hijau." Yeni mengaku mendapatkan resep masakan khas Purwodadi itu dari ibunya. (Aris Mulyawan, Widodo Prasetyo-84) |