
| Jumat, 26 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Para Guru Mengeluh DiintimidasiGROBOGAN - Beberapa guru dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Grobogan mengeluh karena diintimidasi oleh Bupati H Agus Supriyanto SE di Riptaloka, baru-baru ini. Mereka menilai safari Idul Fitri, pengisian perkiraan keadaan PNS, dan sosialisasi pemilihan umum (pemilu) juga merupakan bentuk intimidasi. Itulah isi surat yang dilayangkan ke Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas Pemilu) Grobogan, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Grobogan, Kapolres Grobogan, serta para pemimpin partai. Dalam surat mereka menyeru semua komponen masyarakat bersatu padu untuk mencegah dan menindak pelanggaran yang dilakukan pejabat publik. Mereka mengajak pendidik dan seluruh komponen masyarakat benar-benar mengedepankan hati nurani, menegakkan demokrasi, dan menyalurkan aspirasi dengan tepat dan bertanggung jawab sesuai dengan hak asasi, tanpa rasa takut terhadap tekanan dari mana pun. Wakil Ketua Panwas Pemilu Kecamatan Purwodadi, Achmad Zaini M SH, menyatakan sudah menerima surat dari para guru itu. Dia pun sudah memiliki rekaman pembicaraan di Riptaloka.Dia menyatakan surat itu masih dibahas. "Kami akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan," kata dia. Dia mengatakan, sebelum bertindak akan melakukan rapat pleno. Kelak, apa pun hasilnya, jika melanggar akan ditindak. "Namun sebelum rapat pleno kami tidak berani bertindak." Dia menyayangkan jika orang yang diintimidasi tidak berani melapor ke Panwas Pemilu. Namun dia sudah menemukan beberapa data di lapangan. Namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan, Drs Sri Mulyadi MM, menepis kabar itu. Dia mengatakan, tidak pernah ada intimidasi seperti dilaporkan para guru ke Panwas Pemilu. "Yang dilakukan di Riptaloka bukan intimidasi, melainkan sosialisasi untuk membantu pelaksanaan pemilu," katanya. Dia mengatakan, guru adalah orang yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka dengan mudah menyosialisasikan hal itu ke masyarakat. Selama ini KPUD Grobogan belum pernah menyosialisasikan pemilu ke kalangan guru. "Jadi tak ada penekanan seperti itu," kata dia. (H3-73g) |