logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 26 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Diduga Ada yang Sengaja Timbun Minyak Tanah

BALAI KOTA- Tim pemantau kelangkaan minyak tanah di Kota Semarang mengindikasikan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan penimbunan minyak tanah tersebut. Mereka menampung minyak tanah tersebut dalam tangki-tangki bodong, kemudian dijual ke industri besar.

Dugaan itu, Kamis (25/3), disampaikan oleh tim pemantau yang melakukan rapat koordinasi di Ruang Rapat Bagian Perekonomian Pemkot Semarang. Tim tersebut terdiri atas Hiswana Migas Kota Semarang, PT Pertamina UPMS IV, Disperindag, Bagian Perekonomian Pemkot dan kantor teknis terkait lainnya. "Untuk menangani kasus tersebut tim telah melakukan koordinasi dengan Polwitabes untuk menanganinya," kata Drs Masrohan Bahri MM, Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi, usai pertemuan.

Setelah sebelumnya minyak tanah sempat menghilang di beberapa tempat di Kota Semarang, sekarang masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Karena setiap hari di Kota Semarang dialokasikan minyak tanah sebesar 450.000 liter. Minyak tanah sebesar itu dibagikan kepada 29 agen yang kemudian disalurkan kepada 2.253 pangkalan minyak tanah.

Dengan alokasi itu, untuk Semarang sampai saat ini tingkat konsumsi mencapai 7,59 liter/bulan/jiwa, sedangkan baku yang ditetapkan Bappenas untuk kebutuhan minyak tanah sebesar 3,75 liter/bulan/jiwa. "Jadi persediaannya ada dua kali lipat dari kebutuhan." (G17-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA