
| Jumat, 26 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Distribusi Logistik Pemilu Belum BeresSEMARANG- Permasalahan pemenuhan logistik pemilihan umum dan distribusinya di Kota Semarang sampai kemarin belum tuntas. Anggota KPU Kota Semarang, Iva AA Sriwulansari, Kamis (25/3) menjelaskan, masih ada beberapa kebutuhan logistik yang belum diterima oleh KPU Kota Semarang. Padahal, deadline pengiriman logistik tersebut sampai Jumat (26/3). Memang, katanya, distribusi kotak suara dan bilik suara telah sampai ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sedangkan distribusi ke tingkat PPS belum sepenuhnya dilakukan. Hal ini disebabkan KPU masih harus menunggu surat suara DPRD Kota Semarang yang belum datang. Pendistribusian kotak suara tersebut, ujarnya, sekaligus juga dibarengi distribusi surat suara setiap PPS. Surat suara tersebut harus dimasukkan dalam amplop yang disegel kemudian dimasukkan dalam kotak suara sesuai PPS-nya. ''Namun sampai sekarang segel dan amplop tersebut belum diterima oleh KPU Kota Semarang,'' papar anggota KPU yang membidangi masalah logistik ini. Dia menambahkan, surat suara tersebut harus disegel setiap 100 lembarnya untuk menjaga kerahasiaan dan keasliannya. Surat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing kotak suara. Apakah ada toleransi waktu? Dijelaskan, karena waktu yang begitu mepet dengan batas akhirnya yakni hari ini, sementara segel dan amplopnya belum terkirim, KPU Jateng telah membuat berita acara baru, di mana pengiriman paling lambat pada 31 Maret mendatang. Sedangkan menyinggung waktu kedatangan surat suara DPRD Kota, Iva belum bisa memastikan kapan tiba di Semarang. ''Mudah-mudahan besok sudah datang,'' harapnya. KPPS Tetap Utuh Sementara itu, meski honor menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinilai kecil, namun para anggota KPPS di Kota Semarang tetap utuh. ''Mereka tidak ada yang mengundurkan diri,'' kata Drs Saman Kadarisman, Sekda Kota Semarang, kemarin. Menurutnya, ini patut disyukuri karena beberapa daerah lain ada anggota KPPS yang mengancam mengundurkan diri, ternyata di Semarang tidak ada. ''Ini menunjukkan warga Semarang mempunyai nasionalisme yang tinggi.'' Meski demikian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada detik-detik akhir menjelang pemilu, seperti anggota KPPS mengundurkan diri, Pemkot telah meminta kepada para pegawai negeri di lingkungan Pemkot Semarang untuk bersedia menjadi anggota KPPS sewaktu-waktu. Senada dengan Sekda, anggota KPU Kota Semarang Henry Wahyono menjelaskan, sampai saat ini anggota KPPS di Kota Semarang masih utuh. Jumlah penyelenggaran pemilu di tingkat PPS tersebut terdapat sebanyak 28.000 orang. ''Mereka telah dilantik semua. Memang ada yang ngrundel karena honornya dinilai terlalu kecil. Mungkin itu hanya gertak sambal saja.'' (G17,H1-73) |