
| Jumat, 26 Maret 2004 | Ekonomi |
Sablon Lukman Tak Pilih-pilih PemesanMUSIM kampanye pemilu menjadi berkah bagi pengusaha sablon. Tengoklah M Lukman Hakim S (40) di Jalan Parangkesit 35 Sondakan, Solo. Beberapa pekan sebelum musim kampanye tiba dia kebanjiran pesanan. Permintaan sablon kaos itu hingga pekan ini masih mengalir. Pesanan sablon kaos jenis apa pun diterima. Dari yang murah hingga mahal. Termurah Rp 3.750/helai. Tetapi karena sangat murah tentu kualitasnya tak bisa dibandingkan dengan yang harganya di atas Rp 6.000. Ia menyediakan kaos oblong lengan pendek dan panjang. Lengan pendek kualitas sedang harganya Rp 6.000, sedangkan lengan panjang Rp 12.000/helai. Pemesan yang datang umumnya memberikan desain atau dia sodori contoh desain kaos. Begitu ada kecocokan Lukman segera menghubungi partner kerjanya yang punya usaha konveksi. Prosesnya, kaos harus dijahit lebih dulu sehingga ia tak berani menerima pesanan mendadak. ''Paling tidak, pesanan minimal seminggu baru jadi,'' tutur dia. Dengan cara begitu para pemesan akan puas karena model kaos yang diinginkan dapat terpenuhi. Pesanan dalam jumlah ribuan biasanya diambil dari bagian konveksi secara bertahap. Misalnya pesan 5.000 helai, secara bertahap setiap 1.000 diambil untuk disablon. Dengan demikian pekerjaan bisa cepat diselesaikan. Dalam menerima pesanan dia tidak pilih-pilih. Dari parpol mana pun diterima, yang penting pembayarannya bisa dipertanggungjawabkan. ''Kami tak membeda-bedakan, terpenting pembayaran beres,'' kata bapak dua anak itu. Dua Kali Lipat Usaha tersebut dia tekuni sejak lima tahun lalu. Setiap hari ada saja pesanan yang datang. Ketika bukan musim kampanye, banyak datang dari perusahaan rokok. Selain itu, dari event organizer yang meyelenggarakan berbagai kegiatan, misalnya jalan santai dan sepeda gembira, serta berupa umbul-umbul untuk peresmian. Begitu musim kampanye datang pesanan meningkat dua kali lipat. Kalau pada hari-hari biasa dia banyak menerima pesanan spanduk dan umbul-umbul, maka sekarang sebagian besar adalah sablon kaos untuk kampanye. Di halaman rumahnya setiap hari dijemur ratusan bahkan ribuan kaos pesanan parpol. Siapa pun yang pesan di tempatnya akan dilayani sebaik-baiknya. Dengan memekerjakan sepuluh karyawan ia tak kesulitan menyelesaikan pesanan yang terus meningkat. Jumlah tenaga kerja sebanyak itu berarti ada tambahan empat orang dari hari-hari biasa. Hingga seminggu pelaksanaan kampanye dia telah menerima pesanan sekitar 30.000 helai kaos. Meskipun demikian pesanan dari event organizer berupa spanduk dan umbul-umbul masih berdatangan. Semua pesanan itu bisa diselesaikan secara baik. Hanya yang menjadi kendala sekarang adalah musim hujan. Pengeringannya mengandalkan sinar matahari sehingga ketika hujan turun tak henti-henti proses pengeringan molor. ''Kalau biasanya sehari bisa langsung kering, maka saat hujan terus-terusan bisa sampai dua hari,'' ujarnya. (Subakti A Sidik-53) |